Saturday, July 29, 2017

Cerita Dewasa Dari Toko Buku Berlanjut Ke Motel

Cerita Dewasa - Perkenalkan namaku Dirga, aku seorang Pria berumur 25 tahun, aku adalah seorang Pria yang biasa-biasa saja menurutku, dengan berat badan 67 kg, tinggi badan 173 cm, bertubuh tegap dan bidang. Pada suatu hari, pada pukul jam 13.00 wib saat itu aku berada di sebuah toko buku Gramedia di jalan Gatsu (Gatot Subroto) jakarta. Aku di gramedia aku bermaksud untuk membeli majalah yang stocknya terbatas.


Pada hari itu aku mengenakan kaos dan celana pendek berbahan katun. Pada siang hari itu suasana toko buku itu sepi, waalaupun pada saat itu waktu jam istirahat para pekerja maupun para pelajar. Pada saat itu toko buku itu hanya ada pengunjung sekitar 10 orang, dan amu segera bergegas menuju rak yang berisikan khusus majalah. Ketia aku akan mengambil majalah tersebut, tiba-tiba ada seseorang wanita yang juga akan mengambil majalah yang sama.

Saat itu kami sempat saling berebut , namun setelah beberapa detik kami-pun kemudian saling melepaskan pegangan kami dari majalah tersebut sehingga majalah itu-pun jatuh ke lantai, lalu,

“ Ma.. Maf yah Tante… ”, ucapku sembari mengambil majalah tersebut dan memberikannya kepada wanita separuh baya orang tersebut.
Kalau aku melihat sekilas sih wanita itu berusia kisaran 32 sampai 35 tahun. Wanita separuh baya itu berwajah oval, mempunyai panadangan mata sinis, dan tingginya badanya hampir sama denganku karena dia memakai sepatu highhills. Pada saat itu aku tidak berani menatap wajahnya lama-lama, tapi pada saat itu mataku tertuju pada paydara-nya yang membusung montok dan bentuk tubuhnya yang bisa dibilang semok. Kemudian wanita itu berkata,

“ Iya Dek, nggak papa kog, Adik cari majalah ini juga yah ?? ”, tanyanya.
“ Iya Tante, hhe… ”, jawabku singkat.
“ Ini majalah sudah lama saya cari Dek, giliran nemu eh.. sekrang malah berebut sama adek, hhe ”, ucapnyanya sembari tersenyum manis.
“ Hhe, nggak papa kog tante, kata Mbak penjual bukunya sih buku edisi ini sih limited edision Tante ”, ucapku menerangkanya.

“ Eumm… Ngomong-ngomong, kamu juga suka juga fotografi ya Dek ? ”, tanyanya.
“ Nggak juga sih Tante, saya beli cuma sekedar untuk koleksi saja kok… ”, ucapku.
Setelah itu kami-pun berbincang banyak tentang fotografi sampai pada akhirnya obrolan kami-pun berakhir,
“ Bun, bunda, Salma udah dapet komik nih, salma beli’in 2 komik ini ya Bun ”, obrolan kami terpotong oleh seorang gadis cilik yang mengenakan seragam SD.

“ Ouh udah dapet ya Nak, yaudah, iya itu Bunda belikan 2 ”, ucapnya pada anaknya.
“ Oh iya dek Tante duluan ya dek ”, ucapnya sembari menggandeng anaknya pergi.
Pada akhirnya kau-pun mengalah dengan tante itu, dan pada akhirnya aku tidak mendapat majalah itu. yasudahlah, nggak dapet majalah nggak papa,toh aku masih bisa beli buku terbitan yang baru lainya saja. Singkat cerita sekitar 30 menit kemudian ketika aku sedang asik membca buku, dari belakangku ada yang menegurku,

“ Duh yang lagi asyik baca bukunya nih… ”, tegur seorag wanita kepadaku.
Setelah aku menengok ternyata suara wanita itu adalah tante yang berebut buku denganku tadi, hhe. Tidak kusangka dia kembali lagi ke toko ini, dan kini dia tidak bersama anaknya. Kemudian aku berbasa-basi bertanya,
“ Loh kog balik lagi sih Tante, memangnya ada ketinggalan Tante ? ”, tanyaku.
“ Nggak kog dek ”, balasnya singkat.
“ Ouh kirain. Ngomong-ngomong anak Tante dimana ? ”, tanyaku basa basi.
“ Anak tante les Les musik dek ” jawabnya.
“ Lah, memangnya anak tante berangkat sendiri ? ”, tanyaku lagi.

“ Nggaklah dek, anak tante di antar sama supir Tante ”, jawabnya menerangkan padaku.
Saat itu kami-pun melanjutkan pembicaraan kami yang sempat terpurtus tadi. kami membicarakan tentang fotografi cukup lama, sekitar 20 menit kami ngobrol sambil berdiri sehingga sampai kaki ini pegal dan tenggorokan-pun menjadi kering. Dari obrolan kami, pada akhirnya aku mengetahui nama beliau adalah Tante Eni. Karena saat itu kami sama-sama merasa haus dan capek, pada akhirnya Tante Eni-pun mengajak aku ke restoran fast food.

Restoran itu kebetulan letaknya berada di lantai bawah toko gramedia ini. Saat itu aku mendapat tempat duduk di dekat jendela dan Tante Eni di bangku sampingku. Karena aku dekat denganya, saat itu terciumlah harum parfum dari tubuhnya yang tiba-tiba membuat Penisku ereksi. Saat itu aku merasa, semakin lama dia semakin mendekatkan badannya padaku, aku juga merasakan tubuhnya sangat hangat. Aduh bro, makin nggak kuat nih si otong, hha. Sering sekali lengan kananku selalu bergesekan dengan lengan kirinya, tidak keras dan kasar tapi sehalus mungkin.

Kemudian, kutempelkan paha kananku pada paha kirinya, terus kunaik-turunkan tumitku sehingga pahaku menggesek-gesek dengan perlahan paha kirinya. Terlihat dia beberapa kali menelan ludah dan menggaruk-garukkan tangannya ke rambutnya, kena nih ni tante-tante, ucapku dalam hati. Pada akhirnya dia-pun mengajakku pergi meninggalkan restoran tersebut,
“ Yuk kita hangout aja yuk dari sini dek !! ”, ajaknya.
“ Eumm… emang kita mau kemana tante? ” tanyaku.
“ kemana yah, terserah kamu aja deh, tante nurut ”, ucapnya mesra.
“ Eummm… kemana yah tante, ngomong-ngomong tante tahu nggak tempat yang private biar kita ngobrolnya enak ”, ucapku.

Aku berkata seperti itu dengan maksud sebuah kesebuah hotel, motel atau semacamnyalah, hhe. Semoga saja Tante Eni mengerti maksudku,
“ Oh kamu maunya ditempat ngobrol Private, ya Tante tahu tempat yang private dan enak buat ngobrol, hhe…”, katanya sambil tersenyum.
Setelah itu kami-pun segera meninggalkan restoran itu. Saat itu kami pergi menggunakan taksi, dan di dalam taksi itu kami hanya berdiam diri lalu kuberanikan untuk meremas-remas jemarinya dan dia pun membalasnya dengan cukup hot. Sambil meremas-remas kutaruh tanganku di atas pahanya, dan kugesek-gesekkan. Kini hawa tubuh kami meningkat dengan tajam, aku tidak tahu apakah karena AC di taksi itu sangat buruk apa nafsu kami sudah sangat tinggi.

Kami tiba di sebuah motel di kawasan kota dan langsung memesan kamar standart. Kami masuk lift diantar oleh seorang room boy, dan di dalam lift tersebut aku memilih berdiri di belakang Tante Eni yang berdiri sejajar dengan sang room boy. Dari belakang aku mengesek-gesekan dengan perlahan burungku ke pantat Tante Eni, Tante Eni pun memberi respon dengan menggoyang-goyangkan pantatnya berlawanan arah dengan gesekanku.

Ketika room boy meninggalkan kami di kamar, langsung kepeluk Tante Eni dari belakang, kuremas-remas dadanya yang membusung dan kucium tengkuknya,
“ Hemmm… kamu nakal deh dari tadi dek, kini tante jadi nggak tahan nih ”, ucapnya genit.
Setelah itu Tante Eni -pun dengan cepat dia membuka bajunya dan dilanjutkan dengan membuka roknya. Ketika tangannya mencari reitsleting roknya, masih sempat-sempatnya tangannya meremas batang Penisku. Dia segera membalikkan tubuhnya, buah dada-nya yang berada di balik BH-nya telah membusung,

“ Ayo dong buka bajumu Nang ”, pintanya dengan penuh nafus dan kemesraan.
Dengan cepat kutarik kaosku ke atas, dan celanaku ke bawah. Dia sempat terbelalak ketika melihat batang kejantananku yang sudah keluar dari CD-ku. Kepala batangku cuma 1/2 cm dari pusar. Aku sih tidak mau ambil pusing, segera kucium bibirnya yang tipis dan kulumat, segera terjadi pertempuran lidah yang cukup dahsyat sampai nafasku ngos-ngosan dibuatnya. Sambil berciuman, kutarik kedua cup BH-nya ke atas.

Alhasil, taraaaaaaaaaa… terlihatlah buah dada-nya sangat besar dan bulat, dengan puting yang kecil warnanya coklat dan terlihat urat-uratnya kebiruan. Tangan kananku segera memilin puting sebelah kiri dan tangan kiriku sibuk menurunkan CD-nya. Ketika CD-nya sudah mendekati lutut segera kuaktifkan jempol kaki kananku untuk menurunkan CD yang menggantung dekat lututnya, dan bibirku terus turun melalui lehernya yang cukup jenjang.

Kini Nafas Tante Eni semakin mendengus-dengus dan kedua tangannya meremas-remas buah pantatku dan kadang-kadang memencetnya. Pada akhirnya mulutku sampai juga ke buah dada-nya. Gila, besar sekali.. ampun deh, kurasa bra-nya diimpor secara khusus kali. Kudorong tubuhnya secara perlahan hingga kami akhirnya saling menisayangh di atas kasur yang cukup empuk.

Tabpa buang waktu aku segera menikmati buah dada-nya dengan menggunakan tangan dan lidahku bergantian antara kiri dan kanan. Setelah cukup puas, aku segera menurunkan ciumanku semakin ke bawah, ketika ciumanku mencapai bagian iga, Tante Eni menggeliat-geliat, saya tidak tahu apakah ini karena efek ciumanku atau kedua tanganku yang memilin-milin putingnya yang sudah keras.

Dan semakin ke bawah terlihat bulu kewanitaanya yang tercukur rapi, dan wangi khas wanita yang sangat merangsang membuatku bergegas menuju liang senggamanya dan segera kujilat bagian atasnya beberapa kali. Kulihat Tante Eni segera menghentak-hentakkan pinggulnya ketika aku memainkan klitorisnya. Dan sekarang terlihat dengan jelas klitorisnya yang kecil. Dengan rakus kujilat dengan keras dan cepat.

Tante Eni bergoyang maju mundur dengan cepat, jadi sasaran jilatanku nggak begitu tepat, segera kutekan pinggulnya. Kujilat lagi dengan cepat dan tepat, Tante Eni ingin menggerak-gerakkan pinggulnya tapi tertahan. Tenaga pinggulnya luar biasa kuatnya. Aku berusaha menahan dengan sekuat tenaga dan erangan Tante Eni yang tadinya sayup-sayup sekarang menjadi keras dan liar.

Lalu kuhisap-hisap clitorisnya, dan aku merasa ada yang masuk ke dalam mulutku, segera kujepit diantara gigi atasku dan bibir bawahku dan segera kugerak-gerakkan bibir bawahku ke kiri dan ke kanan sambil menarik ke atas. Tante Eni menjerit-jerit keras dan tubuhnya melenting tinggi, aku sudah tidak kuasa untuk menahan pinggulnya yang bergerak melenting ke atas. Terasa liang kewanitaannya sangat basah oleh cairan kenikmatannya.
Kini segera kupersiapkan batang penis-ku, kuarahkan ke liang senggamanya dan,
“ Zleb…

Sayang sekali penisku belum masuk sepenuhnya, saat itu hanya ujung batang penis-ku saja yang masuk dan Tante Eni merintih kesakitan,
“ Aow… sakit sayang, pelan-pelan ya sayang ”, ucapnya lemah lembut.
“ Iya Ya deh Tante, aku masukin pelan-pelan, maaf ya tante ”, ucapku.
Kini akupun mengulangi lagi, dan masih tidak tidak masuk juga. Buset nih tante, sudah punya anak tapi masih kayak perawan begini. Akhirnya akupun menggunakan ludahku untuk untuk melumuri kepala penisku, lalu perlahan-lahan kudorong lagi kejantananku, dan
“ Zlebbb… Aghhhhhhh.. pelan-pelan sayang… ”, erangnya kesakitan.
Padahal baru kepalanya saja, sudah susah masuknya. Kemudian aku menarik perlahan, dan lalau kumasukan lagi dengan perlahan. Pada saat itu aku mencoba menusukan kejantananku dengan agak keras, dan,

“ Zlebbbbbbbbbbbbb… Aoww… Sssss… Aghhhhhh…. ” erang Tante Eni diiringi air matanya yang menetes di sisi matanya.
“ Kog tante nagis sih, sakit ya, apa kita hentikan dulu ? ”, ucapku pada Tante Eni  setelah melihatnya kesakitan.
“ Jangan Sayang, udah kamu terusin aja, Ssshhhh… ”, balasnya manja.
Kemudian kumainkan maju mundur dan pada hitungan ketiga kutancap dengan keras. Yah, bibir kewanitaanya ikut masuk ke dalam. Wah sakit juga, habis sampai bulu kewainitaanya ikut masuk, bayangkan aja, bulu kewanitaaan kan kasar, terus menempel di batang penis-ku dan dijepit oleh bibir kewanitaan Tante Eni yang ketat sekali. Dengan usaha tersebut, akhirnya mentok juga batang penis-ku di dalam liang senggama Tante Eni .

Terus terang saja, usahaku ini sangat menguras tenaga, hal ini bisa dilihat dari keringatku yang mengalir sangat deras. Setelah Tante Eni tenang, segera penisku kugerakkan maju mundur dengan perlahan dan Tante Eni mulai menikmatinya. Mulai ikut bergoyang dan suaranya mulai ikut mengalun bersama genjotanku. Akhirnya liang senggama Tante Eni mulai terasa licin dan rasa sakit yang diakibatkan oleh kasar dan lebatnya bulu kewanitaanya sedikit berkurang.
Kita-kira sekitar 15 menit aku menggenjot vagina tante Eni, tiba-tiba Tante Eni memelukku dengan kencang dan,

“ Oughhhhhhhh….”, jeritannya sangat keras, dan beberapa detik kemudian dia melepaskan pelukannya dan terbaring lemas. Ternyata tante Eni sudah mendapatkan orgasme pertamanya, lalu,
“ Tante udah keluar yah, yaudah kita break sebentar dulu aja Tante ”, ucapku.
“ Iya Dirga sayang, tante ingin istirahat sebentar, tulang-tulang Tante terasa mau lepas rasanya ”, ucapnya dengan manja.

“ Baiklah Tante sayang, kita lanjutkan nanti aja… ”, balasku tak kalah mesranya.
“ Sayang, kamu sering ya ML sama wanita lain… ”, , pancing Tante Eni.
“ Nggak kok Tante malahan aku baru pertama kalinya sama tante ini ”, jawabku berbohong.
“ Masak sih, tapi dari caramu tadi terlihat kamu mahir sekali, Kamu hebat Sayang banget ain sex-nya, benar-benar kuat ”, puji Tante Eni.
“ Ah tante bisa aja, tante juga hebat kog, liang senggama tante masih sempit banget sich, padahal kan Tante udah punya anak ”, balasku balik memuji.
“ Ah kamu bisa aja deh sayang, kalau masalah sempit dan mengimpit itu rahasia, hhe ”, balasnya manja.

Beberapa saat kami bercanda, kami-pun merasa lelah, dan tanpa sadar kami berdua tertidur pulas dengan posisi telanjang dan berpelukan. Kira-kira 1 jam kami tertidur, saat terbangun kami kaget, rupanya kami tertidur sudah lumayan lama. Sejenak kami mengumpulkan nyawa kami, lalu kami-pun melanjutkan permainan sex kami yang tertunda tadi. Kali ini permainan sex kami lebih buas dan liar, saat itu kami bercinta dengan bermacam-macam posisi sex.
Foto Bokep
Kini pada ronde 2 ini aku sangat senang sekali, karena pada permainan ronde 2 ini kami tidak menemui kesulitan seperti permainan sex pertama kami tadi. Hal itu disebabkan karena ungkin kami sudah sama-sama berpengalaman, dan saat itu liang senggama Tante Eni tidak sesempit yang pertama tadi. Mungkin saja karena tadi liang senggama Tante Eni sudah tertembus oleh keris empu gondrongku ini (penis).

Saat itu terjadilah permaina sex yang sungguh luar biasa liar dan hot. Namun permainan ini tidak berlangsung lama karena Tante Eni harus segera pulang menemui anaknya yang sudah pulang dari les musik. Saat itu akupun segera memompa kejantananku dengan tenaga penuh, dan kira sekitar 5 menit pada akhirnya penisku merasakan seperti ada yang akan menyembur, dan kemudian,
“ Crotttttttttttttttttttt… Crotttt… Crottt… Crottt ”,

Pada akhrinya aku-pu mendapatkan klimaksku. Saatb itu aku menancapkan dalam-dalam kejantananku di dalam liang senggama Tante Eni . Air maniku membanjiri liang senggamanya sampai-sampai air maniku keluar lagi dari liang senggamnya itu. Singkat cerita karena tante Eni terburu-buru, maka Tante Eni dan aku-pun segera memebersihkan diri di kamar mandi hotel. Setelah selesai, kamipun segera bergegas check out.

Namun sebelum kami berpisah kami saling bertukar alamat dan nomer handphone agar kami komunikasi kami berlanjut dan begitu juga hubungan terlarang kami ini. Setelah itu kamipun segera mencari taksi, dan pulang dengan taksi masing-masing. end.

Agen Bandarq Agen Bandarq Agen Bandarq
Share:

Cerita Dewasa Ternyata Guru Les Ku Suka Dengan Anu ku

Cerita Dewasa - Perkenalkan nama saya Alex, saya adalah murid salah satu SMA swasta yang cukup terkenal di Yogyakarta. Orang tua saya juga lulusan dari SMA itu sehingga saya juga disuruh sekolah di SMA yang isinya melulu cowok itu. Saya lemah dalam pelajaran fisika dan matematika, makanya Papa menyuruh saya untuk les matematika dan fisika. Dan akhirnya saya pun menuruti orang tua saya untuk les privat di rumah.


Guru les saya adalah seorang Mahasiswi tingkat akhir di UGM, sudah tinggal tunggu skripsi. Namanya Mila, saya biasa memanggilnya kak Mila, wajahnya cukup cantik, putih, tingginya kira-kira 165 cm, dengan payudara berukuran sedang, tidak besar, tapi juga tidak kecil. Saya les dengan dia setiap hari senin, rabu, dan jumat.

Siang itu di sekolah saya mengikuti pelajaran biologi, yang membahas soal organ tubuh pria dan wanita. Kemudian sekolah selesai dan saya pulang ke rumah karena sorenya saya harus les. Jam 5 sore kak mila datang dan dimulailah les seperti biasanya. Saat les sedang berlangsung, saya tidak sengaja melihat bra guru les saya itu, dan membuat saya dag dig dug. Kejadian itu membuat saya membayangkan sesuatu yang berada di balik bra-nya itu, yang malah membuat saya teringat dengan pelajaran biologi di sekolah siang tadi. Lalu saya bertanya pada kak Mila,

“Kak, aku mau tanya nih, boleh nggak?”,

“Tanya apa?”. katanya.

Saya mengatakan padanya saya ada pertanyaan soal biologi, dan dia mau menjelaskan ke saya. Wah saya cukup senang senang waktu itu. Kemudian saya memberanikan diri untuk bertanya,

“Kak, kalau aku mau liat vagina yang beneran boleh nggak kak?”

Saya sudah kebat kebit dan takut kalau dia marah. Eh tidak taunya dia malah tersenyum sambil berkata,

“Emangnya kamu mau lihat punya kak Mila ya Lex?”,

Terang saja saya senang senang takut, terus saya jawab saja

“Ya kalo kak Mila tidak keberatan mau dong lihat.” Kata saya sedikit terbata-bata.

“Tapi ntar kakak lihat punya Alex juga ya” jawabnya.

Saya langsung saja mengangguk. Kemudian kak Mila tanya,

“Mau lihat di sini Lex?”

“Engga kak, ke kamar Alex saja yuk biar nggak kelihatan pembantu.” Jawab saya.

Keadaan rumah memang cukup sepi waktu itu, Papa dan Mama sedang pergi ke Klaten untuk menjenguk paman, dan hanya ada pembantu saja di rumah. Lalu saya mengajak kak Mila masuk ke kamar saya, dan setelah saya kunci kamar saya, kak Mila mulai melepas baju dan bra-nya. Kemudian dia menjelaskan sambil saya ngiler melihatnya. Dan tiba-tiba dia bertanya,

“Mau pegang nggak Lex?”

”Boleh kak?” tanya saya.

Dia hanya mengangguk saja. Ya sudah saya pegang pegang saja itu toket, gila empuknya enak bener, mana putingnya merah kecoklatan menghias di toketnya.

Setelah saya puas pegang-pegang, kak Mila suruh saya hisap hisap, awalnya saya canggung tapi lama-lama enak juga tuh puting ternyata, dan dia mengerang. Saya takut juga waktu dia mengerang, terus saya bilang,

“Kak saya hidupin musik ya biar pembantu nggak dengar suara kakak.” Kemudian saya pasang musik keras-keras.

Lalu dia menagih janjinya “Lex kakak mau lihat dong punya Alex.”

”Lho kan yang punya kakak Alex belum lihat, lihat dulu dong kak.” Kata saya.

Kak Mila lalu membuka celananya, begitu juga dengan celana dalamnya. Waktu saya lihat memeknya, kontol saya langsung getar getar sendiri. Bagus benar tuh memek, masih rapat rada kemerah2an sama bulu2 halus. Terus saya deketin dan pegang-pegang memeknya, kak Mila mengerang-ngerang keasikan. Kemudian dia bilang,

“Lex lihat dong punya kamu”

Akhirnya saya buka juga celana saya dan kasih lihat dia kontol saya yang sudah tegang, terus sama kak Mila di elus-elus. Wah… gila enaknya, langsung berdiri tegak kontol saya.

“Kamu pernah have sex ton?” tanya kak Mila

Saya bilang saja ”Nggak pernah kak, kakak pernah?”

Dia menggeleng, lalu dia tawarin saya mau nggak have sex sama dia. Ya jelas saya mau, mauuuuu banget, tapi saya nggak tahu caranya. Saya memang cukup polos dalam urusan sex. Kemudian dia yang membimbing kontol saya ke vaginanya, sambil saya hisaphisap puting dia. Gila sakit juga waktu pertama kali masuk, tapi enak juga kaya di pijit pijit, mana memek dia sempitnya minta ampun.

Kak Mila mengerang-ngerang waktu kontol saya masuk ke memeknya. Awalnya saya nggak tau mau ngapain jadi diam saja. Lalu dia suruh saya goyangin keluar masuk, ya saya keluar-masukin. Aarhhhhh enaknya… Saya keluar-masukin kontol saya sampai cukup lama juga. Sampai akhirnya kami sama-sama organsme. Saya benar benar puas, dan kami melakukan itu setiap kali ada kesempatan.

Agen Bandarq Agen Bandarq Agen Bandarq
Share:

Friday, July 28, 2017

Cerita Dewasa Menikmatin Tubuh Tetangga Baruku

Cerita Dewasa - Peristiwa yang aku alami bermula ketika aku hendak mencari tempat kos-kosan di daerah surabaya, setelah seharian berkeliling akhirnya aku mendapatkan tempat kos-kosan,di situ langsung dapat kenalan dengan seorang wanita namanya Dewi, usiannya meninjak 30 tahun dengan status janda beranak satu, dia merupakan keturunan Tiongkok, perkenalan kami berlanjut dengan menjadi teman baik,


Sore itu setelah sehabis mandi, aku melihat Dewi sedang menonton TV di dalam kamarnya., kebetulan
kamar kami bersebelahan, jadi sering mengetahui apa saja yang dilakukan di kamarnya.

Dengan berbalut handuk, aku mencoba menggoda Dewi, kami saling mengolok-olok karena, karena kehabisan bahan untuk membalas olokanku dia akhirnya mengejarku, aku berlari masuk kedalam kamarku, dan membuatku kaget dia tak menghentikan kejarannya, malahan dia menyusulku masuk ke dalam kamarku berusaha untuk mencubitku.

''Awas ya kamu, kuperkosa tahu rasa kamu,,,,''katanya menggodaku.

''mau donk di perkosa,,, hahaha,,,,'' jawabnya membalas candaannya.
Film Bokep
Kutatap matanya, kulihat ada kerinduan akan jamahan seorang laki-laki, dia pun langsung menutup pintu kamarku, aku  yang juga sudah menahan gairah tak mau membuang ksempatan itu.

Kuraih tangannya, kutarik agar mendekat, lalu kuciumi bibirnya, Dewi membalasnya dengan agresif, dia langsung menarik handuk yang ku pakai, dia begitu bernafsu ketika  melihat batang kontolku yang sudah berdiri tegak, dan tanpa basa-basi dia mengelus dan meremas-remas batang kontolku.

''aaarrgghhh,,,, terusss,,, lebih cepat,,,,'' desahku, yang ternyata mngundang gairahnya untuk berbuat lebih jauh lagi, tiba-tiba dia berjongkok dan melumat kepala kontolku.

''ohhhh yesssss,, nikmat,,,'' desahku lagi,  partner website online => SBOBET

Dia terus-terusan mengocok dan mengulum kontolku dengan liarnya, aku di buai dengan kenikmatan yang luar biasa enaknya, mulutnya terus melumat dan lidahnya menjilati kepala kontolku.

''oougghh,,, nikmatya'''erangku nikmat.

Dia terus-terusan mengocok dan mengulum kontolku dengan liarnya, aku di buai dengan kenikmatan yang luar biasa enaknya, mulutnya terus melumat dan lidahnya menjilati kepala kontolku.
Download Bokep
''oouugghhhh,,,, nikmatnya,,, '' erangku nikmat.

Setelah hampir 10 menit aku merasakan ada sesuatu yang hendak keluar dari kontolku.

''aaaahh,,,, Dewi aku keluarrr,,,,'' teriakku nikmat.

Muncratlah semua spermaku  ke dalam mulutnya, Dewi terus mengocok dan mengulum kepala kontolku, di jilatnya sisa spermaku yang masih tersisa.

Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa, Dewi tersenyum manis, lalu aku mencium bibirnya, lidah kami saling melumat.

Perlahan batang kontolku mulai menegang kembali, melihat akan hal itu Dewi langsung melepas seluruh pakaiannya termasuk CD dan BHnya,mataku tak berkedip begitu melihat Dewi dalam keadaan telanjang, toketnya yang  montok dengan puting kemerahan seakan menantangku untuk segera kujilat, aku mulai meremas toketnya dan kuteruskan dengan menghisap dan menjilat putingnya, Dewi pun mendesah.

'''sssstttt,,,, enak sayang,,,,'' desahnya sambil tangan kanannya memegangi kepalaku.

Ku jilati klitorisnya yang lumayan besar, seperti sedang mengecup bibir, bibirku merapat di belahan
memeknya dan kumainkan lidahku di seluruh isi memeknya.

''oohhhh,,,, aaahhhhh,,,,,, mmhhhh,,,,'' cerita dewasa kutiduri wanita bengkel yang bohay di mobil

Desah kenikmatan terus keluar dari mulutmya yang semakin membuatku bersemangat, ku sibakkan lubang memeknya dan aku mulai menyedotnya.

''sssslllliuuurrppp,,,, ssslluuurrrppp,,,,, slllrruuupppp,,,,'' suara sedotanku, dan itu membuat Dewi semakin berteriak menahan nikmat.

Tak berapa lama tiba-tiba dia menekankan kepalaku ke memeknya, hisapanku di lubang memeknya semakin kuat, Dewi  sampai mengangkat pinggul dan akhirnya.

''cccrrroootttt,,,, cccrrrrootttt,,,,,,'' suara sedotanku, dan itu membuat Dewi semakin teriak menahan nikmat.
''aaahhhhhh aku keluar,,,,''.

Dewi rupanya mengalami orgasme yang  maha dahsyat, aku menalan semua cairan yang keluar dari lubang memeknya, terasa sedikit asin tapi nikmat, setelah kutelan semua cairannya tanpa menunggu kama aku langsung mengambil posisi dengan menindihnya dan ''sleepppp,,blessss,,,, ''

''ssssstthhhh,, enak sayang,,,'' desah Dewi sambil memejamkan matanya.

Kontolku masuk tanpa mengalami hambatan sedikitpun, kusodok pelan memeknya.

''oohhhh,,,, Dewi nikmat sekali memekmu, '' desahku memuji memeknya.

Rasanya batang kontolku seperti di pilin-pilin, Dewi yang mulai bergairah, menggoyangkan pinggulnya.

''Iya sayang terus,,,, genjot yang keras,,,'' erangnya.

Kuhujamkan kontolku seperti yang dia minta, kugenjot memeknya lebih keras, hampir sekitar 15 menit aku menindih Dewi, lalu dia meminta agar aku berada  di bawah.
Foto Bokep
Kemudian kami berganti posisi lagi, aku kembali menindihnya, pinggul Dewi ku ganjal menggunakan bantal, aku menggoyangkan pantatku dengan irama agak cepat, dan akhirnya.

''aaahhhhh,,, Dewi,, aku keluar sayang,,,'' jeritku nikmat.a  cerita dewasa

''ccccrrrootttt,,,,,, ccccrrrootttt,,,, cccrroottt,,,,'' spermaku masuk ke dalam lubang memek Dewi, masih dalam posisi menindih Dewi berkata padaku

Setelah kurasa spermaku habis tumpah di dalam memeknya, kemudian aku mecabut kontolku dari dalam lubang memeknya, batang kontolku nampak mengkilat karena cairan spermaku dan cairan memeknya, lalu kami tidur bersebelahan,

Sejak itu aku sering tidur di kamarnya dan melakukan hubungan sex selayaknya suami istri, atau Dewi yang tidur di kamarku.

Agen Bandarq Agen Bandarq Agen Bandarq
Share:

Sample Text

Copyright © PAPA SANGE | Powered by Blogger Design by Agil Lesmana | Blogger Theme by KELINCIMAS