Sunday, June 11, 2017

Ceria Sex Ngentot Pembantu Kost

Aku masih ingat saat itu aku pulang dari jalan-jalan malam minggu sama temen-temenku kuliah, biasanya kalau malam minggu kami sering nongkrong di suatu tempat pavorit kami yang disitu kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk sekedar gerumpi yang nggak-nggak sambil ketawa ngakak sepuasnya.


Dan waktu udah tengah malam saya pulang ke kost untuk tidur karena mulai udah kantuk dan aku tuntun kendaraanku untuk aku masukkan ke lorong kost biar aman dan aku kunci selanjutnya aku berjalan untuk menuju ke kamarku tetapi belum sampai ke kamarku ditengah jalan aku mendengar suara yang mengetarkan jatungku yaitu desahan dan ough……………. Aku pelan-pelan menuju ke arah suara itu ternyata di kamar pembantu ibu kost.

Aku jadi penasaran untuk mengintipnya ternyata aku beruntung karena ada sedikit celah yang cukup lebar untuk melihat ke dalam yaitu kaca yang ada di bagian atas yang digunakan untuk masuknya udara ke kamar. Akupun dengan mengendap-endap mengambil kursi untuk lebih enak melihat ke bawah kamar biar lebih jelas pemandangannya dengan agak kaki bergetar karena takut dan ingin melihat.

Aku kaget sekali karena yang di dalam ternyata Bapak kost yang meniduri pembantunya, ternyata aku akan menonton film gratis yang cukup lama pikirku dalam hati karena ternyata Bapak kostku baru mengulum puting pembantunnya sambil meremas-remas memeknya dan aku lihat jelas pembantunya masih menggunakan celana dalam karena lampu dalam kamar yang merupakan bolam 15 watt tidak mereka matikan.

Bapak kost mulai melepas celananya dan celanan pembantunya dan masih sambil mengulum puting susu pembantunya dia mulai memasukkan jemarinya ke dalam memek pembantunya. Si pembantunya mulai mengelinjang dan berdesis-desis menahan enaknya masuknya jemari ke dalam memeknya aku semakin menahan gemetaran karena birahiku memuncak juga dan sambil menahan takut kalau-kalau ketahuan Bapak kost.

Bapak kost mulai memasukkan senjatanya ke dalam memek pembantunya dan pembantunya mengerang kesakitan dan mendorong Bapak kost sehingga Bapak kost sampai mau jatuh dari tempat tidur pembantunya dan pembantunya mulai mengambil semua pakaiannya untuk menutupi auratnya yang kelihatan dan Bapak kost merayunya tetapi pembantunya tidak mau dan mengancam akan berteriak kalau Bapak kost memaksanya.

Bapak kost mulai mengambil pakaiannya dan memakainya, aku dengan cepat turun dari intipanku dan mengembalikan kursi ke tempatnya segera lari berjinjit-jinjit untuk menuju ke kamar mandi dan segera aku tutup, aku dengar langkah pelan-pelan menuju ke rumah utama dan segera terdengar suara pintu ditutup serta di kunci dan nggak lama aku keluar dari kamar mandi dan merokok di bagian halaman belakang dekat kamar mandi.

Memang kalau aku perhatikan pembantunya Bapak kost itu nggak pantas kalau menjadi pembantu karena perawakan kulitnya bersih dan wajahnya agak cantik dan badannya kecil tinggi dengan dihiasi beberapa bagian yang menonjol dari bagian tubuhnya yang sensitif, akupun kadang-kadang kalau melihat juga kepingin seperti Bapak kost ku.

Aku masih merokok sambil membayangkan pembantunya Bapak kost ternyata tubuhnya putih bersih tadi waktu aku intip dan kelakianku mulai mengoda otak warasku dan mulai mengelitik ke dalam sekujur tubuhku untuk mengerakkan kaki ini menuju depan pintu pembatunya Bapak kost dan mulai mengerakkan tanganku untuk mengetuk pintu kamar pembatu Bapak kost.

Dari dalam terdengar suara kaki berjalan dan kamar terbuka “Ada mas…….tanya Pembantu Bapak kostku, “aku masuk angin dan agak pusing mau khan mengerokin aku soalnya aku udah tidak tahan mau pingsan ………jawabku sekenanya. Mau aja…….silakan masuk dan iapun menutup pintu kamarnya.Kok pintunya ditutup…………tanya ku. Biar anginnya nggak masuk mas…..khan dingin jawabnya dengan santai aku mulai melepas bajuku dan dia mengambil handbody dan mulai melumurkan pada punggungku dan meratakannya dengan tangannya……………………

Sambil mengerokin aku……… tanya dia……………..aku kalau manggil dik,……….dik tadi kok aku lihat ada bayangan dari sini waktu aku ke kamar mandi siapa ya………apa kamu……..Masak mas….nggak tahu aku jawabnya singkat. Nggak usah takut………sama aku ……..masak sama aku bohong…….jawabku. Aku rasakan tangannya dia mulai gemetar sambil masih mengerokin aku sehinga kerokannya agak nggak beraturan. Ya………mas, itu tadi Bapak kost mau minta pada aku dan melakukkannya tetapi setelah dia mau memasukkannya aku tolak dengan paksa………….

Tapi aku mengintip lho tadi….ceritaku padanya…….masak………jawab dia, ya kelihatannya kamu menikmati banget tetapi setelah mau melakukannya kamu tolak. Dia hanya diam tidak menjawab dan aku tidak bisa melihat reaksinya karena ada di belakangku……..Kalau aku kamu tolak nggak………tanyaku pada dia. Pembantunya Bapak Kost hanya memukul tubuhku dari belakang saja.

Ternyata diam-diam pembantunya Bapak kostku suka aku juga pikirku dalam hati………dan lelakianku mulai menyeruak dan aku balik tubuhku untuk menghadap wajahnya dan aku lihat agak lama lalu wajahku mulai aku pepetkan dan aku mulai kulum bibirnya dengan lembut………….diapun membalasnya dan tangannya mulai di lingkarkan di badanku dan kamipun mulai menjatuhkan diri di tempat tidur dan berguling-guling tidak aturan.

Aku mulai melepaskan bajunya dan mulai mengulum puting susunya yang masih ranum dan tidak ketinggalan kakiku memelorotkan celana dalamnya dengan masih mengulum bibirnya jadi dia nggak sempat menahannya. Aku semakin brutal mengulum puting susunya dan sekali-kali aku mainkan dengan ujung lidahku dia semakin nggak aturan dan rambutku sampai dipegang dengan eratnya dan agak di gerak-gerakkan untuk lebih cepat mengulum puting susunya dan dengna mata terpejam dia mendesis dan aah………………….aah…………………menikmati kulumanku dan mulai aku lepaskan celana dalamku dan aku arahkan jemari tangannya untuk memegang senjataku yang mulai keras itu.

Tangannya memegang sangat keras senjataku ketika aku mulai memasukkan jemari tanganku kelubang memeknya dan dia mulai ough………….dan berdesis-desis mengeluarkan udara yang sangat panas dari dalam mulutnya ough…………….aah……………………..dan masih berdesis-desis sangat menikmatinya aku lihat dengan masih dengan mata tertutup dia mengigit sendiri bibirnya bertanda dia keenakan yang sangat……………..

Aku udah nggak tahan dan mulai memasukkan senjataku ke dalam memeknya karena aku lihat dia udah basah sekali………..baru agak masuk dia sudah mengerang………..aah……..jangan mas………aku berbisik sama dia nggak apa nanti kalau hamil aku tanggung jawab……………hiburku…merayu dia biar boleh………………dan dia masih pegang senjataku tapi tetep membiarkan masuk……..dan setiap aku tambah dia mengerang aah……………………aduh sakit mas……….ternyata pembantunya Bapak kostku masih bener-bener perawan sampai-sampai burungku sendiri kesakitan waktu aku paksakan masuk pertama kali………..dan aku mulai agak dalam bisa mencapainya tetapi masih dengan hanya……..memasukkan pelan-pelan dan mencabutnya pelan-pelan.

Aku lihat pembantunya Bapak kost mulai nggak aturan dan kelihatannya mau klimaks karena dia meremas-remas sendiri putingnya dan kadang-kadang meremas-remas rambutnya……….sambil ough…………………………ough……………………….aah………………….aku agak cepetkan keluar masuk dan akhirnya tangannya menekan keceng sekali pada kedua tanganku sambil bergetar hebat dan agak menangis menahan enaknya orgasmenya yang begitu hebat……………….

Share:

Cerita Sex Dengan Supirku Yang Ganas

Panggil saja aku Emma. Sejak usiaku 20 tahun aku menjadi bintang iklan dan foto model, dan saat ini usiaku 27 tahun jadi sudah 7 tahun aku malang melintang di dunia modelling. Sejak aku sibuk menjadi model, ayah memberiku sebuah mobil sedan dan aku sendiri yang menyupirnya.


Karena makin lama aku makin banyak iklan yang kubintangi, otomatis kesibukanku juga makin bertambah. Kalau pulang ke rumah pasti di atas jam 12.00 malam. Karena terlalu sering pulang malam habis syuting dan tidak enak karena mengganggu tetangga tempat tinggal ayah, atas persetujuan ayah dan ibuku, aku menyewa apartemen di daerah Kuningan dari hasilku menjadi model.

Akhirnya sejak 2 tahun lalu aku tinggal di apartemen beserta seorang pembantu (Menik). 6 bulan aku sudah tinggal di apartemen itu. Suatu malam ketika aku pulang secara tidak sadar aku menubrukkan mobilku ke pohon, untungnya aku tidak cedera berat, namun hal itu membuat diriku trauma untuk membawa mobil sendiri dan selama hampir 3 bulan, aku menggunakan Taxi untuk mengantarku syuting iklan.

Pada suatu hari, temanku mengajurkan untuk menggunakan jasa supir. Akhirnya setelah kutimbang-timbang, suatu hari temanku mengantarkan supir ke apartemenku. Pada awalnya aku agak ragu setelah melihat wajah (sebut saja David) untuk menjadi supirku. Terus terang aku agak takut karena dia berasal dari Timur Indonesia, orangnya berkulit hitam legam, usia sekitar 53 tahun, orangnya tinggi besar dan berbulu. Namun kata temanku, dia biasa mengendarai mobil-mobil otomatic dan pernah menjadi supir dari salah satu kedutaan. Akhirnya dengan segala pertimbangan David resmi menjadi supir pribadiku.

Sejak saat itu aku berpikir untuk memilih mobil baru, karena mobil sedan yang ayah belikan untukku tidak pernah kuperbaiki sejak kecelakaan tersebut. Mobil yang kugunakan adalah keluaran Korea. Dan memang rupanya David selain ahli dalam menyupir (menyupirnya tenang dan hati-hati), sopan terhadap diriku (jadi bodyguard-ku), ternyata dalam hal melayani nafsu seksku dia juga ahli.

Kejadiannya kira-kira satu tahun lalu, malam itu jam 02.30 aku pulang dari acara pembubaran panitia iklan salah satu produk makanan. Karena pada acara tersebut ada minuman yang memabukkan, aku agak sempoyongan ketika dipapah temanku masuk mobil dan Pak David terkaget-kaget dari tidurnya. Setelah itu David langsung menggantarku pulang ke apartemen.

Dalam keadaan setengah mabuk, berat rasanya untuk naik lift sendiri, setelah sampai di parkiran apartemen, kuminta David mepapahku ke kamarku di lantai 37. Tubuhku mengelayut di tubuh David. Sampai di pintu kamar, kunci kamar lepas dari tanganku karena aku makin pusing. Dengan cekatan David mengambil kunci yang terjatuh, secara otomatis tubuhku juga lunglai dan dengan cepat juga David membopong tubuhku, lalu membuka pintu dan masuk apartemen. Aku dibopong hingga masuk kamar tidurku, lalu direbahkannya tubuhku di tempat tidur. David lalu keluar kamar tidurku.

Setengah jam kemudian karena aku tidak dapat tertidur akibat kepalaku pusing dan aku merasakan mual ingin muntah, aku berteriak memanggil Menik pembantuku untuk membantuku bangkit. Tapi yang masuk kamar bukan Menik melainkan David.
“Ada apa Non..? Menik khan lagi pulang kampung..”
“Oh.. iya.. aku lupa.. tolong.. Pak.. saya mau muntah.”
“Kemana.. Non..?”
“Tolong.. ke kamar mandi..”
David lalu membopongku ke kamar mandi. Sampai di sana aku pun langsung muntah.

Setelah selesai, David membopongku kembali ke kamar tidur, namun secara tidak sengaja rok yang kukenakan tersingkap hingga terlihat celana dalamku yang berwarna hitam model cawat oleh David disaat dia merebahkan tubuhku di tempat tidur. David pun langsung berubah menjadi buas dan kasar. Dia langsung menggosokan tangannya di pahaku yang putih mulus dan vaginaku yang masih tertutup celana dalam diremas oleh tangannya. Aku hanya dapat mendesah dan tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolaknya, karena badanku yang lemas sehabis muntah.

David pun makin kasar, celana dalamku langsung ditarik ke bawah hingga betis lalu jari-jarinya mulai dimainkan di vaginaku. Aku hanya dapat melengguh dan mendesah ketika jarinya dimainkan di vaginaku.

“Ahh.. aahh.. sshh.. sshh.. awghh..”

Jari-jari tangan David ditusukkan makin ke dalam vaginaku. Aku sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa terhadap apa yang David lakukan padaku karena pusing di kepalaku makin berat dan tubuhku sama sekali tidak bertenaga. Karena aku tidak dapat berpikir jernih, David makin menggila menguasai tubuhku.

David mulai menjilati pahaku yang putih nan mulus, makin lama makin ke atas hingga liang vaginaku terjilat oleh lidahnya yang agak kasar permukaannya. Aku makin terbawa arus kenikmatan dan bukannya berontak terlebih-lebih ketika lidahnya menemukan biji klitorisku dan disedot-sedot oleh lidahnya hingga aku pun melintir dan menggelinjang nikmat.

“Arhh.. arghh.. sshh.. sshh.. oohh.. oohh..! Pak.. David.. terus.. Pak.. trus..!”

Aku malah berceracau tidak karuan. David pun makin menyedot klitorisku lebih gila karena kusuruh.

Setelah hampir 15 menit lamanya vaginaku disedot oleh David (supirku), aku pun berontak, dimana kepala David yang ada di selangkanganku kuremas dan keluarlah dari vaginaku cairan yang langsung dijilat dan ditelan habis oleh David hingga tidak bersisa. Tubuhku makin lemas setelah cairan yang keluar dari vagina dengan banyak. Hal ini berbeda dengan David yang makin ganas, bajuku langsung dirobek, begitu juga BH-ku hingga aku benar-benar bugil dibuatnya. Payudaraku yang 36B terbungkus kulit putih bersih nan mulus terbuka tanpa penutup, dan terus terang baru sekali ini aku bugil dilihat oleh seorang laki-laki seumur hidupku, dan yang beruntung adalah supirku sendiri. Pacar-pacarku terdahulu pun belum seuntung supirku.

David yang belum puas menikmati klitorisku tadi, langsung melepaskan baju dan celananya hingga bugil. Mataku langsung melihat batang kemaluan David yang panjang, gede, besar dan hitam menggelantung dengan tegang dan keras di antara pahanya yang kulitnya hitam legam. Saking hitamnya tubuh David, sampai terlihat mengkilap karena keringatnya mulai menetes dari pori-porinya.

David lalu naik ke atas tubuhku dan jongkok di perutku, batang kejantanannya menggelantung tepat di wajahku. Aku mulai berontak, kugelengkan wajahku, aku tidak mau menggulum kejantanannya, karena selain hitam dan besar, penis David mengeluarkan bau yang agak aneh. Tapi David rupanya lebih pintar, hidungku dibekap oleh tangannya sehingga aku sulit bernapas, mau tidak mau aku harus bernapas dengan mulut.

Begitu mulutku terbuka untuk bernapas, tangannya yang memegangi penisnya langsung menyodokkan kejantanannya masuk mulutku. Aku pun tersedak oleh batangnya yang ada di mulutku. Aku berusaha berontak, namun lagi-lagi hidungku dibekap hingga disaat mulutku terbuka makin lebar batangnya ditekan lagi lebih ke dalam mulutku. Aku makin tersedak karena batang David rasanya menyentuh amandelku. Namun rupanya walau sudah menyentuh amandelku, batang kejantanan David belum sepenuhnya masuk dalam mulutku. David mencoba menyodokkan lebih ke dalam lagi batangnya dalam mulutku hingga terasa sampai kerongkonganku hingga aku terbatuk-batuk.

David lalu melonggarkan dengan menarik kemaluannya sehingga aku dapat bernapas, tapi lalu dia menyodokkan lagi penisnya masuk ke dalam mulutku hingga aku tersengal dan terbatuk-batuk lagi, sedangkan hidungku tetap ditutup oleh tangannya. Otomatis mataku mulai berair menahan rasa sakit di kerongkonganku. David terus melakukannya selama hampir 1 jam sampai cairan putih kental, rasanya aneh dan berbau memenuhi mulutku.

Aku berusaha mengeluarkan cairan itu dari mulutku dengan menahan napas agar cairan itu tidak masuk, tapi David menyodokkan lagi kemaluannya sehingga cairan yang bau dan rasanya aneh tertelan juga yang membuatku terbatuk-batuk.

“Nah.. gitu dong.. Bu. Cairan David.. harus Ibu telan. Gimana rasanya, enak.. khan..?”

“Bangsat loh.. Sialan loh Vid..! Keluar kamu dari rumah saya..!”

Kumarahi dan kumaki David yang telah menyiksaku. Memang pada saat David menjilati klitorisku, aku merasakan nikmat, namun hal yang baru saja dia perbuat terhadapku membuat diriku tersiksa.

Namun David rupanya semakin gila dan ganas. Tubuhku lalu ditariknya ke sisi tempat tidur, kakiku direnggangkannya dan diletakkan di pundaknya. Batang kemaluannya ditempelkan pada vaginaku, lalu dengan jarinya dibukanya vaginaku dan dimasukkan kejantanannya ke dalam vaginaku. Vaginaku yang masih rapat karena belum pernah dimasuki kemaluan siapa pun merasa seperti dirobek.

Aku meringis kesakitan, “Akh.. akhh.. sakit Vid.. sakit..!”

Kejantanan David mulai membongkar vaginaku yang masih rapat dan sempit. Disodokkannya batangnya yang hitam, panjang dan besar itu ke vaginaku.
Aku dibuatnya menjerit-jerit menerima sodokan itu di vaginaku, “Akh.. sakit Vid.. kontolmu besar sekali..”

“Gimana Bu rasanya..? Nanti juga enak kok.. Bu..”

Payudaraku yang ranum, terbungkus kulit yang putih bersih pun dan ukurannya 36B sudah dilahap oleh mulutnya, dicucup, disedot dan digigit putingnya. Aku makin lama makin menggelinjang mengikuti irama permainannya. Walaupun tubuh David hitam legam sedang berada di atas tubuhku yang putih mulus, makin lama permainan kami membuat tubuhnya mengkilat karena keringat yang menimbulkan aroma bau yang tidak enak, yang membuatku ingin muntah lagi, namun vaginaku rasanya makin enak setelah semua batangnya masuk ke vaginaku.

“Argh.. argh..! Vid, kontolmu enak sekali.. walau tubuhmu bau.. keringat.. argh.. arghh.. Trus.. Vid.. trus..! Kontolmu nikmat sekali..”
David terus menghujamkan kemaluannya ke dalam vaginaku. Perasaan ini sama sekali belum pernah kurasakan dalam hidupku. Tapi karena nikmatnya, aku merasa tidak memperdulikan apakah laki-laki yang menikmati vaginaku itu supirku sendiri.

David pun juga terus melumatkan payudaraku dengan putingnya digigit-gigit, yang membuatku makin menggelinjang.
“Vid.., gila..! Enak buanget kontol lu, argh.. argh..!” kataku menanggapi kelakuannya.
“Bu.. memek Ibu juga.. nikmat banget..! Kontol saya kayak diperas-peras..! Enak buanget.. Bu.” jawabnya sambil terus melakukan gerakan yang membuatku terasa nikmat.

Hampir satu jam kemudian, vaginaku terhujam batang kejantanannya David. Aku pun memberontak dan mengelepar ke kiri dan kanan, sambil kujambak rambutnya yang hitam ikal. Vaginaku terasa sakit luar biasa dengan mengeluarkan cairan putih kental dan berdarah, namun nikmat bukan kepalang. Cairan itu membasahi kemaluan David yang masih tertanam di vaginaku. Saking banyaknya cairan itu sampai keluar hingga meluber ke pahaku.

“Argh.. arghh.. Vid. Aku keluar nich..! Argh.. argh.. sakit Vid, namun.. enak buanget deh..! Aku sampe.. lemas nih..! Argh.. argh..!”
Tubuhku pun lemas tidak berdaya dengan tetesan cairan putih kemerah-merahan di vaginaku yang tumpah ke seprei, membuatku agak panik begitu melihatnya.
“Vid..! Aku kenapa..? Kok ada.. darahnya.. juga..?”
“Ya.., memang Bu. Vagina Ibu sudah sobek. Jadi berdarah.., Ibu bukan perawan lagi.”
“Hah..? Aku tidak perawan lagi..? Kamu apain sih..!”
“Tenang Bu..! Kalau ada apa-apa, David tanggung jawab.”
“Ya sudah.”

Aku pun langsung lemas lagi karena tetesan itu masih mengalir. Namun aku tidak berbuat apa-apa ketika badanku diputar posisinya hingga aku menungging. Dan selama itu pun batang David masih tertanam pada vaginaku sehingga terasa agak perih. David lalu memompanya lagi kemaluannya keluar masuk vaginaku, makin lama rasa perih vaginaku hilang karena rasa nikmat luar biasa yang kurasakan pada vaginaku. Aku merasa kalau batang kejantanan David rasanya lebih tertusuk ke dalam lagi hingga terasa ke perutku.

Hampir 1 jam kemudian, aku pun mengeluarkan cairan lagi yang membuat diriku makin lemas tidak berdaya, yang mana banyak sekali cairan putih kental seakan tidak habis-habisnya dari vaginaku, tubuhku menjadi lunglai.
“Akh.. akh.. Vid.. aku keluar lagi nich..!”

Lima menit kemudian, akhirnya David pun sampai juga pada puncaknya. Namun karena posisi tubuhku yang sudah loyo, sehingga David tidak dapat melepaskan batang kemaluannya dari vaginaku dan secara otomatis cairan hangat pun mengalir dengan derasnya dari penisnya membasahi rahimku.
“Bu.., aku keluar nich..! Aku.. keluar.. argh.. argh.. tapi.. nggak bisa dicabut dari memek Ibu..”
Aku tidak berbuat apa-apa atas tindakan david membuang sperma di rahimku, karena rasa hangat dan nikmat yang kurasakan, aku hanya tersenyum.
“Vid. Hangat sekali sperma kamu. Argh..!”

Setelah cairan sperma David membasahi vaginaku, dan setelah dia mengubah posisi tubuhku, akhirnya batang kejantanannya terlepas juga dari vaginaku. Lalu ambruklah tubuh David di atas tubuhku yang sangat lemas. Kami pun tertidur lemas tidak berdaya.

Aku terbangun sekitar jam 06.00 pagi. Disaat terbangun, aku terkaget-kaget melihat David, supirku sedang tertidur telanjang di sampingku. Aku pun langsung loncat dari tempat tidurku, saat itu aku ingin sekali membangunkan dan memarahinya, namun setelah kuingat lagi peristiwa yang David lakukan padaku malamnya, aku malah tersenyum senang. Lalu kudekatkan tubuhku yang juga bugil, kusandarkan kepalaku dekat kemaluan David, lalu mulai kujilati dan kukulum batang kejantanannya. Ada sisa-sisa sperma yang rasanya agak asin terjilat olehku. 5 menit kemudian ketika batang David yang hitam legam sedang kusedot-sedot, David pun terbangun, aku pun menyudahi tindakanku.

“Akh.. Vid.. batangmu..enak..sekali, tadi malam memekku kamu.. apain..? Enak sekali deh..! Saya mau kalau kamu lakukan lagi kapan-kapan.”

“Akh.. Ibu. Kalau begitu saya siap main lagi. Semua terserah Ibu.., tapi.. Ibu nggak marah sama David khan kalau vagina Ibu saya rusak..?”

“Nggak Vid. Ibu malah menikmatinya. Kamu.. mau nggak nemenin Ibu mandi..?”

“Kalau Ibu mau.., saya mah ayoo aja..”

“Yoo.. Vid..!”

Aku dan David bermain lagi di kamar mandi sekalian membersihkan tubuh kami.

Sejak saat itu, aku dan David hampir tiap malam melakukan hubungan suami istri. David, selain menjadi supirku kini menjadi budak nafsu seksku, dan sudah hampir 9 bulan hubunganku dengan David. Aku pun berharap dapat hamil dari benihnya David, supirku.
Share:

Tuesday, June 6, 2017

Cerita Sex Wajah Polos Wanita Berjilbab

Cerita Seks Bergambar, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex ABG Mesum, Cerita Ngentot Janda, Cerita Panas Tante Girang - Cerita Sex Wajah Polos Wanita Berjilbab setelah sebelumnya ada Cerita Seks Selingkuh Seperti Suami Mama.


Cerita Sex Wajah Polos Wanita Berjilbab

Cerita seks dewasa ini bermula pada suatu siang, aku sedang berada di sebuah warung makan. Aku sedang menikmati makananku ketika kulihat seorang wanita cantik masuk ke warung itu. Wajahnya sangat putih dan terlihat sangat halus, dengan bibir tipis dan mata yang sipit, menandakan dia orangnya sinis namun ganas di ranjang.

Tubuhnya yang tidak begitu tinggi dan terhitung kecil tertutupi oleh kecantikannya. Kacamata dan berjilbab coklat yang ia pakai menyempurnakan kecantikannya.

Segera aku mencari cara untuk berkenalan. Beberapa saat, tiba-tiba otakku mendapatkan ide. Kenapa tidak pura-pura menabraknya Mumpung tempat dudukku ada di antara tempat duduknya dan lemari dimanan lauk dihidangkan di warung itu. Segera kujalankan rencanaku.

Saat itu datang ketika dia sedang membawa pesanannya dari lemari depan ke mejanya. Pelan-pelan aku mempersiapkan diri, lalu setelah dia kira-kira sudah dekat, segera aku berdiri dan berbalik.

gubrak praang tiba-tiba piring dan gelas berisi makanan sayur dan minuman yang ia bawa tumpah ke bajuku dan bajunya, lalu jatuh pecah di lantai.

eh maaf mbak, tidak sengaja kataku sambil berwajah bodoh. Langsung wanita cantik itu ngomel-ngomel dihadapanku. Sudah kuduga, karena memang terlihat wanita cantik ini punya lidah yang tajam. Ah, aku sih sudah kebal.

Akhirnya dengan sok gentleman, aku menawarkan untuk membayar semua kerugian dan mentraktirnya bersama dua rekannya. Aku juga menawarkan untuk mengantarnya pulang untuk berganti baju dia ternyata adalah seorang karyawati sebuah perusahaan perkreditan motor syariah di kota itu. Semua tawaranku diterima nya mentah-mentah.

Akhirnya, di hari pertama sukseslah aku berkenalan dengan wanita cantik berjilbab yang kira-kira berusia 25 tahun itu. Bahkan aku juga sukses mengetahui rumahnya. Padanya aku memperkenalkan diri sebagai seorang pegawai sebuah perusahaan riset dan sedang melakukan riset di kota XXXXXXX selama beberapa minggu.

Tiga hari berlalu, Kami yang selalu bertemu di warung makan itu dia selalu makan di warung itu pada jam istirahatnya pun cepat akrab. Percakapan kami sudah mulai mengalir dan seringkali disertai candaan layaknya teman dekat. Sambil bercanda aku mencuri-curi pandang ke wajah cantiknya yang berjilbab.

Pikiranku yang mulai kotor untuk memperkosanya langsung di warung itu Terus terang saja membuat si kecil di balik celanaku bangun menggeliat, ditambah aroma parfum tipis bercampur keringat khas tubuhnya yang membuat terangsang birahiku.

Ternyata, wanita cantik ber jilbab ini telah menikah, namun suaminya adalah seorang pekerja di sebuah perusahaan telepon yang sering bepergian keluar kota. suaminya adalah orangyang gila kerja, sehingga walaupun kehidupan mereka terjamin, namun Linda tidak mendapatkan nafkah batin yang layak. apalagi sang suami seringkali ejakulasi dini, sehingga sering tidak bisa dinikmati oleh Linda.

Pada suatu hari, aku pada sore hari menunggunya di depan kantornya. Ketika ia keluar, segera aku menghampirinya. Wanita cantik itu terkaget melihat aku ada di situ. Aku mengatakan bahwa aku hanya ingin berkunjung kerumahnya. Ternyata dia mempersilahkan. Aku segera mengikuti motornya menuju rumahnya yang ada di sebuah perkampunagn sepi, tak jauh dari kantornya.

Setelah masuk, kami bercakap diruang depan. Linda berkata jika dia sendirian dirumah, sementara suaminya sedang berada diluar kota. Tak beberapa lama, Linda sang gadis berjilbab cantik itu mengajakku untuk pindah ke ruang tengah sambil nonton TV untuk meneruskan mengobrol. aku pun tidak menolak dan mengikutinya masuk setelah dia mengunci pintu depan.

Sambil ngemil hidangan kecil dan minuman yang kubuat, kami melanjutkan ngobrol-ngobrol. Sesekali wanita berjilbab cantik itu mencubit lengan atau pahaku sambil ketawa-ketiwi ketika aku mulai melancarkan guyonan-guyonan. Tidak lama, adik kecilku di balik celana tambah tegar berdiri.

Aku kemudian usul ke Linda untuk nonton VCD yang kubawa saja. Setelah Linda setuju, aku masukkan film koleksiku ke dalam player. Filmnya tentang drama percintaan yang ada beberapa adegan-adegan ranjang. Kami berdua pun asyik nonton hingga akhirnya sampai ke bagian adegan ranjang, aku lirik wanita cantik berjilbab itu matanya tidak berkedip melihat adegan itu.

Kuberanikan diri untuk merangkul bahu Linda, ternyata gadis cantik berjilbab itu diam saja tidak berusaha menghindar. Ketika adegan di TV mulai tampak semakin hot, Linda mulai gelisah, sesekali kedua paha mulusnya digerak-gerakkan buka tutup. Wah, gila juga nih cewek, seakan-akan dia mengundang aku untuk menggumulinya.

Aku beranikan diri untuk mengelus-elus lengannya, kemudian kepalanya yang tertutup jilbab. Linda tampak menikmati, terbukti gadis berjilbab ini diam saja. Kesempatan itu tidak kusia-siakan, langsung kupeluk tubuh hangatnya dan kucium pipinya. Linda tidak protes, malah tangan wanita cantik berjilbab bertubuh mulus itu sekarang diletakkan di pahaku, dan aku semakin terangsang lalu kuraih dagunya.

Kupandang matanya yang sipit dan indah, sejenak kami berpandangan dan entah siapa yang memulai tiba-tiba, kami sudah berpagutan mesra. Kulumat bibir bawahnya yang tipis itu dan Linda membalas, tangannya yang satu memeluk leherku, sedang yang satunya yang tadinya di pahaku sekarang sudah mengelus-elus yuniorku yang sudah super tegang di balik celanaku.

Lidah kami saling bertautan dan kecupan-kecupan bibir kami menimbulkan bunyi cepak cepok, yang membuat semakin hot suasana dan seakan tidak mau kalah dengan adegan ranjang di TV.

Tanganku pun tidak mau tinggal diam, segera kuelus paha mulus wanita berjilbab berwajah menggairahkan itu yang masih tertutup celana panjang hitam, Linda pun seakan memberi kesempatan dengan membuka pahanya lebar-lebar, sehingga tanganku dengan leluasa mengobok-obok paha dalam wanita cantik berjilbab itu sampai ke selangkangan dari luar celana panjangnya. Begitu bolak-balik kuelus dari paha lalu ke betis kemudian naik lagi ke paha.

Sambil terus melumat bibirnya, tanganku sudah mulai naik ke perut wanita cantik berjilbab itu kemudian menyusup terus ke dadanya. Kuremas dengan gemas payudaranya walau masih tertutup kemeja kerja, Linda merintih lirih. Melihat sang wanita cantik itu merintih-rintih terhanyut birahi dengan wajah yang masih memakai jilbab dan kacamata membuatku semakin bersemangat.

Lalu tanganku kumasukkan ke dalam kemejanya dan mulai meraba-raba mencari BH- wanita berjilbab berwajah menggairahkan itu. Setelah ketemu lalu aku meraih ke dalam BH dan mulai meremas-remas kembali buah dadanya, kusentuh-sentuh putingnya dan Linda mendesah. Seiring dengan itu, tangan Linda juga mengocok yuniorku yang masih tertutup celana dalam, dan mulai dengan ganas menyusup ke dalam celana dalam meraih yuniorku dan kembali mengocok dan mengelus.

Tak beberapa lama, tiba-tiba dia berhenti. sudah mas wawan jangan aku sudah punya suami ini zina

Aku tidak menjawab sepatah katapun. Mana mau aku kalah dengan kata-kata penolakans eperti itu, kataku. Dengan lembut aku gapai tangan wanita cantik berjilbab itu dan kuremas lembut. Dengan lembut pula aku rangkul dia untuk rebahan disova panjang diruang tengah rumahnya. Tanpa terasa jantungku berdetak keras. Sensasi seperti inilah yang dicari searcher sepertiku. Bagaikan dikomando aku menciumi pipi Linda yang terlihat sangat bersih dan putih, menjelajahi sisi kepalanya, dan menciumi dan menggigiti telinga wanita cantik berjilbab itu dari luar jilbabnya.

Linda kamu sangat cantik sayang.., aku berbisik.
Wawan.. Jangaan please.., desahan Linda dan aroma tubuhnya yang khas membuat aku semakin terangsang. Lidahku semakin nakal menciumi dan menjilati pipi Linda yang putih bersih.

Akhh Wawan.. tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggerayangi payudara Linda yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.
Ooohh.. Mas Wawan..
Linda mulai mengikuti rangsangan yang aku lakukan di dadanya. Aku semakin berani untuk melakukan yang Iebih jauh..

Lin, aku buka baju kamu yach, biar tidak kusut.., pintaku. Linda hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk melepaskan pakaiannya. Jilbabnya yang cekak melilit lehernya kubiarkan terpakai, begitu juga dengan kaca matanya. Wajah wanita berjilbab berwajah menggairahkan itu semakin cantik dan menggairahkan bagiku ketika memakai dua benda tersebut. Sementara kemeja kerjanya kulepas, sampai akhirnya dia hanya mengenakan BH warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika tubuh wanita cantik berjilbab itu yang putih nampak dengan jelas dimukaku.

Setelah terbuka, aku berusaha naik di tubuh dia, aku ciumi bibir Linda yang tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu lidah Linda yang mulai terangsang dengan aktivitas aku. Tanganku yang nakal mulai menarik BH warna hitam. Daann.. Wow.. Tersembul puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Linda untuk kemudian mulal melepas BH dan menjilati puting Linda yang berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat puting wanita cantik berjilbab bertubuh mulus itu berdiri dengan kencang.. Sedangkan tangan kananku memilin puting yang lainnya.

Ooohh Wawan.. Kamu ouuhhemmmhh udaaahhhenaakkkhhh, rintih Linda.

Dan saat aku mulai menegang.. Linda berusaha bangkit dari tempat tidur, tapi aku tidak memberikan kesempatan Linda untuk bangkit dari pinggir ranjang. Aroma khas tubuh Linda menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuh wanita cantik berjilbab itu. Dengan bekal pengetahuan sex yang aku ketahui, aku semakin berani berbuat lebih jauh dengan Linda.

Aku segera melucuti celana panjang kerjanya tanpa perlawanan yang berarti dari Linda yang sudah terangsang. Langsung aku membuka CD yang digunakan Linda, dan darahku mendesir saat melihat tidak ada sehelai rambutpun di bagian memek Linda. Tanpa berpikir lama, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang memek Linda.

Oohh.. wawaaannjangaaannnntar akuhhhh.. mmhhh enakhh.. Nikmat..mmhh Linda merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang kewanitaanya .
enaakk..waaan.. Desah Linda disaat kocokkan jariku semakin cepat, Linda sudah mulai memperlihatkan ciri-ciri orang yang mau orgasme dan sesat kemudian..

Wawan..udaahhh Aku nggak tahan.. Oohh.. Mass aku mau.. Linda menggelinjang hebat sambil menggapit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa sesak dibuatnya.
waaannhhh.. Ookkhh.. Aakuu keluaarr.. Crut-crut-crut-crut-crut-crut.

Linda merintih panjang saat clitorisnya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dengan itu, dia mengejat-ngejat. Aku biarkan dia terlentang menikmati orgasmenya yang pertama, sambil membuka semua pakaian yang aku kenakan. Aku memperhatikan Linda begitu puas dengan foreplay aku tadi, itu terlihat dari raut wajah wanita berjilbab berwajah menggairahkan itu yang tampak begitu puas.

Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuh wanita cantik berjilbab bertubuh mulus itu yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir sofa, dan tanpa pikir panjang kontolku yang berukuran besar, langsung menghujam celah kenikmatan Linda yang sontak meringis..

Aaakhh.. Wawan.., desah Linda saat kontolku melesak ke dalam lubang memeknya.
Mass.. Kontol kamu besar sekali.. Aakkh..

Aku merasakan setiap gapitan bibir memek wanita cantik berjilbab itu yang begitu seret, sampai aku meringis ngilu disetap gerakan keluar masukku. Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Linda yang terus mendesah dan mengerang binal. Setiap gerakan maju mundur kontolku, selalu membuat tubuh Linda menggelinjang hebat karena memang mulai aku rasakan sangat menikmati permainan ini.

Waannhh.. Sudahhh.. mmhhh.. Akhh.. sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir memek mengapit batang kontolku.

Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari memek Linda. Aku tidak mempedulikan desahan Linda yang semakin menjadi, aku hanya berusaha memasukkan kontolku yang agak bengkok ke kiri. Tiba-tiba Linda mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya.

Kontolku bergerak keluar masuk dengan cepat dan.. Sesaat kemudian aku melepas kontolku dan mengarahkan ke mulut Linda yang masih terlentang. Aku biarkan dia oral kontolku sejenak, lalu segera kembali menjejalkan kontolku dalam memek wanita cantik berjilbab itu.

Waannhh.. Aku.. Mau.. Keluarr lagi.. Aaakk.. Kamu hebat waaann.., aku.. Nggak tahan.. Seiring jeritan itu, aku merasakan cairan hangat kembali meleleh disepanjang batang kontolku.

Aaakhh.. Sayang.. Enak sekali.. Ooohh.., rintih Linda.
Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, diatas tubuh Linda..
Liin.. aku boleh keluarin di dalam.., aku tanya Linda.
Jangan.. Aku nggak mau, entar aku hamil, jelas Linda.
Nggak deh Lin.. jangan khawatir.., rengekku.

Jangan Waannn.. Aku nggak mau.., rintihan Linda membuat aku semakin bernafsu untuk memberikan orgasme yang berikutnya. Kembali aku menggerakkan pinggulku maju mundur.
Akhh.. Oohh.. Wawan.. keluarin kontol kamu.. Aaakkhh.., Linda memintaku.
Disaat aku mulai mencapai klimaks, Linda meminta berganti posisi diatas.
Wawanh..gan..tian.. aku ingin diatas..

Aku melepas kontolku dan langsung terlentang. Linda bangkit dan Iangsung menancapkan kontolku dalam-dalam di lubang kewanitaannya. Cerita Seks Nafsu Birahi Kutuntaskan Bersama Keturunan Cina

Akhh gila, kontol kamu hebat banget Waann nikmaat.. Ooohh.. Enak.. Linda merintih sambil terus menggoyangkan pinggulnya.
Aduhh enak Waannhh..
Goyangan pinggul Linda membuat gelitikan halus di kontolku..

Liinn.. Lindaa.. Akh.., aku mengerang kenikmatan saat Linda menggoyang pinggulnya.
Mass.. Aku mau keluar sayang.., sambil merintih panjang, Linda menekankan dalam-dalam
tubuhnya hlngga kontolku hilang ditelan memeknya dan bersamaan dengan itu aku sudah mulai merasakan klimaks sudah diujung kepala.
Aaahh.. Ahh..

Aku biarkan spermaku muncrat di dalam memeknya. Daann.. semburan spermaku langsung keluar di dalam Lubang memek Linda, bersamaan dengan kembali mengejat-ngejatnya tubuh Linda menikmati orgasmenya yang kesekian kalinya, lalu terhempas jatuh di sofa ruang tengahnya. Aku segera mengatur nafasku, lalu segera berpakaian. Aku mencari dapur dan mengambilkan Linda segelas air putih. Ketika aku kembali ke ruang tengah, aku temui Linda sudah duduk termenung.

makasih ya lin.. kataku sambil mengecup keningnya.
aku takut hamil, wan.. kata Linda.
Aku hanya tersenyum. gak bakal. Tenang saja Persetan, pikirku.

Setelah beberapa waktu duduk dan memeluknya, aku segera berpamitan dan kembali ke kostku, dengan tubuh yang lelah namun penuh kepuasan.
Share:

Sample Text

Copyright © PAPA SANGE | Powered by Blogger Design by Agil Lesmana | Blogger Theme by KELINCIMAS