Monday, March 27, 2017

Menggauli Tiga Betina Asoy

“Ehhh Dhanni… bawa dong tiga perempuan itu kesini…”Barli sibawel tiba-tiba mengajukan sebuah permintaan , para sahabatku juga ribut mengajukan permintaan yg sama.
“Ayooo Dhannni tolongg kami butuh sekali” Didin begitu memelas.
Aqu dan Jhoni saling berpandangan tak tahu harus menjawab apa…
“Udahhh gini aja… Nanti kita bawa kesini tapiiii…., kalian Nggak boleh menyakiti mereka… kalo tidak…. Kami akan mengambil tindakan serius…” Jhoni mendadak menjadi sangar dan serius.
Para sahabatku tak berani bersuara lagi kemudian mereka mengangguk setuju
“Tapi kami boleh kan kalo memberi mereka kenikmatan…
”Sam tertawa , selanjutnya terdengar suara tawa riuh rendah memecah keheningan malam.

Menggauli Tiga Betina Asoy


Aqu membujuk ketiga perempuanku untuk turun dari mobil, akhirnya satu persatu mereka turun dari mobil. Dari dalem sebuah rumah muncul tampang-tampang para sahabatku, tanpa malu-malu mereka sudah telanjang bulat dihadapan ketiga perempuanku, kemaluan-kemaluan yg besar – besar dan panjang kini sudah lepas dari sangkarnya.
“Kemaluan-kemaluan nakal” berukuran 19 s/d 25 cm teracung-acung mengajak ketiga perempuanku untuk berperang.dalem kenikmatan.
Ketiga perempuanku bersembunyi ketaqutan dibalik badanku dan Jhoni,
“Manggg Trimin siapa mereka ?”
“Ihhh mangggg”
“Uhhhhh…Mang Jhoni”

Berbagai pertanyaan keluar dari mulut ketiga perempuanku yg panik. Kini mereka mulai mengurung ketiga perempuanku, decak kagum begitu ramai terdengar, kagum akan ketiga perempuanku yg cantik, mulus , mungil, pokoknya cute banget deh. Kayanya biar Nggak susah nginget-nginget, kita ulas dulu Profile mereka ya..

1.)Amin tampangnya yg dulu ganteng , suka bermain wanita kini bertampang hancur mengerikan akibat dibakar warga.
2.) Sam bermata picak, hanya memiliki satu kuping, kayaknya sih kuping yg satu lagi udah Alm.
3.) Fadil badannya berotot mirip hulk, bibirnya kini dipenuhi bekas jahitan.
4.) Jo tampangnya tetap Jo,tapi cuma setengah, setengah lagi hancur tersiram air keras.
5.) Nick Botak, Brewokan, badannya bertato.. berperut buncit kayak orang cacingan.
6.)Didin Ahli kunci, badannya penuh bekas jahitan disana-sini, mirip Frankenstein.
7.) Barli sibawel, bibirnya sumbing.
8.) Agato, Tangannya kini Cuma sebelah kanan, hidungnya agak melesak kedalem..

Aqu memperkenalkan mereka pada para sahabatku yg berebutan menyalami ketiga perempuanku.

“Ehhhhhhh!!” Morine terkejut ketika Fadil meraih badannya, dibopongnya badan Morine kedalem rumah, Jo, Didin dan Amin mengikuti Fadil dan Morine. Fadil , Jo, Didin dan Amin berebutan menelanjangi Morine, gelorabirahi.com kemudian Fadil mendudukkan badan Morine diatas ranjang, ia bersujud dan langsung mengangkangkan kedua kaki perempuan itu lebar-lebar.

“Ouchhh Owww.. Akkkk….” Morine tersentak terkejut merasakan jilatan-jilatan Liar Fadil diselangkangannya, Jo meremas-remas buah dada Morine sebelah kiri, dan Didin meremas-remas buah dada Morine sebelah kanan, Amin menciumi Morine dari belakang.

“AKhhhh Owwwww… Utssss” Kedua tangan Morine menahan kemaluan Fadil yg hendak menyeruduk lobang kemaluannya

Jo dan Didin menangkap tangan Morine dan memegangi tangan perempuan itu sehingga Fadil lebih leluasa melampiaskan nafsunya.

“Aowwww Whhhhhhhaa HMMMM MMMMMHHH” teriakan Morine tersumpal oleh mulut Amin, Badan Morine tersentak-sentak ketika Fadil memaksa menjejalkan kemaluannya memasuki lobang Kemaluan Morine yg berukuran mungil. agen dominoqq

“Duh sempit amat.. seretttt assyikkk…baru kali ini gua ngerasain memeknya amoy.. anak sekolahan lagi… HA HA HA” Fadil tertawa senang merasakan jepitan sempit dikepala kemaluannya, badan Morine terguncang-guncang dgn kuat ketika Fadil menyodok-nyodokkan kemaluannya.

Jo dan Didin menggelitiki putting buah dada Morine, mulut Morine sampai kempot diemut oleh Amin yg raqus, Fadil menggasak lobang Kemaluan Morine kuat-kuat. Badan Morine menggelinjang-gelinjang menghadapi serangan dari empat orang lelaki sekaligus

“Auuhhh… OHHHH AWWW CRRRTTT… CRRRTTTT” tanpa ampun Morine terkapar dalem kenikmatan ketika lobang Kemaluannya berdenyut-denyut dan memuncratkan cairan dari dalemnya.
“Awww. Aduhhhh duhhhhhhh NGGGHHH”Morine mengerang ketika Fadil menggunakan kemaluannya dgn kasar mengorek-ngorek lobang kemaluannya.
“Kira.. kira lu…, jangan sampe sobek tu memek.”Didin menggoda Fadil.
“Emangnya lu pikir kertassss…”Fadil terkekeh-kekeh kemudian melanjutkan mengocek-ngocek dgn lebih kuat sampai Morine merengek-rengek

Keempat lelaki itu terkekeh-kekeh, Fadil mencabut kemaluannya dari kemaluan Morine. Didin tidur terlentang diatas ranjang, ketiga lelaki itu menggiring Morine agar menduduki kemaluan Didin. Morine pun bergoyg dan menaik turunkan pinggulnya.

“Wueisssttt… gila!!!! panas amat goygannya…”Jo memuji Morine sambil menjamahi buah dadanya.
Amin menahan gerakan Morine, ia menjejalkan kemaluannya kelobang dubur perempuan itu.
“Owwww…” Teriakan Morine mengiringi melesatnya kemaluan Amin merojok lobang duburnya, Untuk sesaat Amin dan Didin membiarkan Morine untuk membiasakan diri menerima kemaluan mereka di lobang dubur dan lobang kemaluannya, selanjutnya….
“Akhhh Owww… Uhhh…” Morine merinding keenakan ketika lobang kemaluannya dan lobang duburnya dikocok – kocok sekaligus.

Kedua tangannya melingkar kebelakang membelit leher Amin, secara otomatis buah dada Morine membusung kedepan dan menjadi mainan yg mengasikkan bagi Fadil dan Jo.

“He he he Hebat juga lo Moy…”Amin mencengkram pinggul Morine sambil memacu kemaluannya lebih kuat,

Didin mengelusi paha Morine sambil meyentak-nyentakkan kemaluannya keatas. Jo dan Fadil meremas-remas buah dada Morine, mengusapi buah dadanya yg lembut dan kemudian memelintir-melintir putting buah dadanya yg lancip dan keras.

“Akhhhhh Oww Kecrotttt KCRRRTTT” Untuk yg kesekian kali Morine mengerang kenikmatan, matanya yg sipit terpejam rapat merasakan cairan kenikmatan kembali membanjiri selangkangannya, Badannya masih terguncang-guncang karena sodokan Amin dan Didin, Jo masih asik menjejal-jejalkan kemaluannya kemulut Morine, sedangkan Fadil meremasi buah dada Morine.
“Hu AkkkkkhHHH…”
“HMMMRRRRHH” Amin dan Didin menusukkan kemaluan mereka dalem-dalem pada lobang dubur dan lobang Kemaluan Morine.

Hampir bersamaan mereka menembakkan sperma mereka kedalem badan perempuan itu. Badan Morine tertindih dianantia badan Amin dan Didin, namun itu tak begitu lama karena Fadil dan Jo merebut badan mulusnya dari cengkraman kedua kawan mereka yg sudah sukses memuaskan nafsu bejatnya.

“Jo…bagi buah dadanya….” Fadil sempat sewot karena Jo dgn raqus memonopoli kedua buah dada Morine.

Jo menggeser posisinya kesebelah kanan dan Fadil langsung merebahkan badannya disebelah kiri.

“Tadi siapa nama lu moyy.. Hmm ?” Fadil bertanya sambil menciumi bibir perempuan itu, tangan Fadil menggenggam buah dada Morine.
“Morine Ennngg….” Perempuan itu kembali memejamkan mata sipitnya ketika merasakan hisapan Jo diputing buah dadanya.
Morine membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya keluar. Fadil terkekeh-kekeh menghisapi dan mengait-ngait lidah Morine, sesekali Bibirnya mengulum bibir Morine yg mungil. Jo menarik dan menyuruh Morine agar menungging, Jo berusaha mencoblos lobang Kemaluan Morine dari belakang, sedangkan Fadil menarik kepala Morine dan menjejalkan kepala kemaluannya ke mulut perempuan itu.

Semenantia itu diluar sana

“Ihhhhh…jangan ahhh…Oww” Barli memeluk dan menciumi Sandy, Jhoni merayapkan tangannya menjamah pinggul Sandy dan Nick bersujud dan menyusupkan tangannya kedalem rok mini perempuan itu. Pakaian yg dikenakan oleh Sandy terlempar kesana kemari. Barli dgn paksa hendak menidurkan badan Sandy diatas rerumputan.
“Eiiittt… tar dulu…. Lu ambil gih kasur busa didalem sana…” Jhoni merebut badan Sandy dari Barli.
“Waduhhh tanggung… Nggak usah pake kasur segala…”Barli hendak merebut Sandy.
“Kotor tau !!! Kaga…boleh !! Napa sih lu rewel amat !!!” Tampang Jhoni berubah garang, ia begitu melindungi Sandy agen domino 99

Barli dan Nick tak berani membantah mereka berdua masuk kedalem rumah dan membawa dua buah kasur busa keluar.

“Tolooongg Jhon, Nggak kuatt…” Barli memohon-mohon, demikian juga Nick.

Dgn lembut Jhoni mendorong Sandy kearah Barli dan Nick. Mereka segera membaringkan badan Sandy diatas kasur busa, kedua tangan Sandy dipegangi terentang ke kiri dan kekanan, Barli dan Nick dgn bebas menyusu dibuah dada Sandy, Jhoni menerkam selangkangan Sandy dan mengemut-ngemut cairan gurih diselangkangan perempuan itu.
“Awww Akkksss UHHHH” Sandy menggelinjang-gelinjang ketika kenikmatan yg diberikan oleh ketiga lelaki membuatnya merinding panas dingin.

Nick tidur terlentang diatas kasur busa, Barli memberi komando agar Sandy mengangkang naik kemedan pertempuran dalem posisi punggungnya menghadap ke arah dada Nick dan
“Jrebbbbb….. Jrebbbb” berkali-kali kemaluan Nick berusaha memasuki lobang kecil imut dipantat Sandy. Tangan Nick membantu mengangkat dan menurunkan pinggul Sandy, Jhoni dan Barli menyodorkan kemaluannya pada Sandy, gelorabirahi.com tangan mungil perempuan itu sibuk mengocok-ngocok kemaluan dua lelaki yg terkekeh-kekeh keenakan. Sesekali bergantian diemut-emutnya dan dijilatinya kepala kemaluan Jhoni dan Barli.
“Uhhh Si Amoyy hebattt!!! Terus!” Barli menceracau keenakan.merasakan hisapan kuat Sandy dikepala kemaluannya.
“Hushhh… namanya bukan Amoyy Tapi TAAA.. RIII… DAAA” Jhoni protes sambil mengelusi kepala Sandy.
“Hee NNNGhhh CRRRt CRRRRT” kening Sandy berkerut matanya terpejam rapat, badannya roboh kebelakang ketika cairan kenikmatannya berdenyut-denyut keluar.

Jhoni berbaring disisi dikanan dan Barli berbaring disisi kiri , mereka asik menonton geliatan-geliatan badan Sandy diatas badan nick yg sedang asik memompa kemaluannya keatas merojok-rojok dubur Sandy. Barli mulai mengambil posisi, ia mengangkangkan kedua kaki Sandy lebar-lebar kemudian kepala kemaluannya menusuk dan menekan-nekan berusaha memasuki lobang kemaluan perempuan itu yg sempit.Gelora Birahi

“Owww Akhhhhh” satu tusukan kuat SiBarli membuat Sandy membelakkan matanya, dua Batang kemaluan yg besar dan panjang mengait lobang dubur dan lobang kemaluan Sandy yg mungil.
Jhoni mengecupi kening Sandy dan bertanya
“Gimana ? enakk ?”
Sandy menatap Jhoni dan mengangguk, selanjutnya badan Sandy terguncang-guncang karena sodokan-sodokan kuat dilobang dubur dan lobang kemaluannya. Jhoni menyusu dibuah dada Sandy
“Ooooohhhh!!” Sandy kembali menggelepar-gelepar dilanda kenikmatan.
Ketiga lelaki yg menggumuli Sandy terkekeh-kekeh menikmati badannya yg halus dan mulus.

Beberapa saat kemudian Jhoni duduk mengangkang diatas ranjang, Nick dan Barli mencabut kemaluannya dari kedua lobang perempuan itu. Nick menyerahkan Sandy pada Jhoni, Jhoni mengarahkan kepala kemaluannya pada lobang Kemaluan Sandy, perempuan itu berusaha memasukkan kemaluan Jhoni dalem posisi duduk saling berhadapan. Barli dan Nick sibuk membantu meremas dan menekan-nekan buah pantat Sandy.

“Auhhhh….. jrebbbb” Sandy menahan gerakannnya ketika kepala kemaluan Jhoni melesat masuk kedalem lobang kemaluannya.

Lidah Sandy terjulur keluar ketika Jhoni menyentakkan kemaluannya menyelami lobang sempit diselangkangan perempuan itu. Barli dan Jo menarik punggung Sandy agar ia merebahkan punggungnya diatas kasur busa, mereka berdua asik menyusu pada buah dada perempuan itu. Jhoni yg masih dalem posisi duduk menaikkan kedua kaki Sandy, kemaluannya yg besar dan panjang masih mengait lobang kemaluan Sandy yg kini rebahan diatas kasur itu.

“Teruuuss Jhonnnn Ha HA HA HA” Nick memberi semangat pada Jhoni.
“Ha HA HA liat buah dadanya… Wahhhh bagus..!! Baguss!!” mata Barli melotot melihat buah dada Sandy yg bergerak-gerak dgn kencang seirama dgn sodokan-sodokan Jhoni.
“Awww KRRCCTTT KTCTTTRRRTTTTT” Sandy menatap sayu pada ketiga lelaki yg sedang habis-habisan menikmati badannya.

Tangan Barli dan tangan Nick mengelusi buah dada Sandy, dipelintir-pelintir dan ditarik-tariknya putting buah dada perempuan itu dgn lembut. Sesekali mereka menunduk untuk menghisapi dan menjilati buah dada Sandy. Keringat meleleh dibadan Sandy bagaikan keju yg terbakar api kenikmatan.

Sam dan Agato mulai mengelilingi Nia
“Nggakk ahh !! Nggak mau…!! mang Trimin HMMM MHHH”Nia berontak ketika Sam bersujud sambil meraih pinggangnya, Tangan kanannya merayapi Paha Nia yg halus, Agato menjilati leher Nia dari belakang,sedangkan dari belakang aqu memegangi kedua tangan Nia dan menarik tangan Nia dgn lembut kebelakang.

Lewat Tangan Agato yg Cuma sebelah menyusup masuk kedalem Tank Top yg dikenakan oleh Nia. Agato tampak asik meremas-remas buah dada Nia. Sam menaikkan rok mini perempuan itu dan menarik turun kain segitiga berwarna merah diselangkangan perempuan itu.

“HMMM… Wahhh…!!!” Sam melotot melihat garis tipis yg sedikit terbuka menampakkan isi Kemaluan Nia yg berwarna merah muda.
Sam mencelupkan telunjuknya kesela-sela diselangkangan Nia. Agato menarik tangannya dan bersujud untuk ikut menonton kemaluan Nia, Agato ikut mencelupkan jari telunjuknya dan kini berbarengan mereka berdua asik mengocek-ngocek lobang sempit diselangkangan Nia. Nia menggeliat geliat, aqu menciumi dan menjilati lehernya dan turun mengecup-ngecup bahu Nia. Nia memohon agar aqu melepaskan kedua tangannya, aqu menuruti permintaannya sambil terus kedua tanganku kini mengelus ngelus pinggang Nia yg ramping, kutarik baju tank top yg dikenakan Nia keatas agar terlepas dari badan mulusnya yg putih. agen bandarq

Setelah melepaskan pengait bra, kulepaskan dan kulempar jauh-jauh bra berwarna putih itu.
“AWWW AKHHH CRUTTTT CRUTTTTTTTTT” Agato dan Sam berebutan menjilati lendir yg meleleh diselangkangan perempuan itu.

Sam berdiri dan merendahkan badannya, diemut-emutnya buah dada Nia bergantian yg kiri dan kanan, semenantia Agato masih sibuk membersihkan lendir meleleh dari sela-sela selangkangan Nia. Lidah Agato begitu lincah mengait-ngait clitoris Nia. Aqu menarik pinggul Nia dan mendorong punggung perempuan itu agar berdiri dgn posisi menungging, Agato menekan kepala Nia kearah kemaluannya. Sam meraih buah dada nia dari samping dan kutekan kepala kemaluan memasuki lobang sempit diselangkangan Nia yg kewalahan menerima masuknya kemaluanku.

“Awww…akhhhh mangggg aduhhh…” Nia menjerit-jerit kecil keenakan ketika kemaluanku memompa lobang kemaluannya dari belakang.
“Uhhh Siiipppp…!!! Teruss sedottt…”Agato membelai-belai kepala Nia diselangkangannya,
Semenantia Sam bersujud sambil terkekeh-kekeh mengusap dan meremas-remas buah dada Nia yg bergelantungan didada perempuan itu, sesekali mulutnya menjilati dan menghisapi buah dada Nia dgn raqus.
“UUHHH Uhhh MMMMMHH MAngg Trimini Akhhhh… CRRRTT CRRRT” Nia merengek manja merasakan cairan kenikmatannya muncrat dari dalem badannya.
“Dhann gentian doonng” Agato meminta lebih, aqu terkekeh-kekeh sambil mencabut kemaluanku dari lobang Kemaluan Nia.

Agato bergerak kebelakang Nia dan sekali lagi Nia mengerang merasakan kemaluan yg besar dan panjang berusaha memasuki lobang kecil di kemaluannya. Badannya kembali tersentak-sentak maju mundur dgn kuat…
“Uttsss Eee EEEEHHHHH” tangan Agato yg cuma sebelah itu terpeleset dan badan Nia tersungkur kedepan.
“EitttTTT…” aqu dan Sam buru-buru memegangi Nia yg hampir terjatuh.

Nia menolehkan kepalanya kebelakang, entah kenapa Nia merasa kasihan melihat Agato yg merasa bersalah, atau juga merasa rendah diri menyadari kondisi fisiknya yg kekurangan satu tangan dihadapan Nia. Nia meronta kecil melepaskan dirinya dari peganganku dan Sam, ia melangkah mendekati Agato. Tangan mungil Nia mengelus pipi Agato, Mata Nia saling berpandangan dgn mata Agato, senyuman manis Nia membuat agato melupakan rasa rendah dirinya. Kedua tangan Nia bergelantungan dileher agato dan “Hmmm MMMHHHH MMMMHHHHHH” Agato menyambut ciuman Nia yg panas.

Nia meminta Agato berbaring diatas rerumputan hijau, perempuan itu mengangkangi kemaluan Agato dan berusaha menjebloskan kemaluan Agato yg berukuran besar memasuki lobang sempit diselangkangannya.

“NNNN NnnnggGGGGHHH” Nafas Nia tertahan – tahan ketika perlahan-lahan kepala kemaluan Agato memasuki lobang sempit diselangkangannya.
Nia mulai bergoyg dan menaik turunkan pinggulnya diatas badan Agato
“Achhhhh Owww akhhhh Uhhhhh Mmmmmmhh” Sam menyumpal mulut Nia yg mendesah-desah dgn kemaluannya. Aqu meraih tangan Nia dan membimbingnya untuk mengocok-ngocok kemaluanku.
“Ackkkk OWWW CRRRTT CRuuuttt CRRRUTttttttTTT” gerakan Nia tertahan, badannya menggeletar keenakan.
“Hupppp HE he he he he” Sam mengangkat badan Nia sehingga kemaluan Agato terbetot lepas dari lobang Kemaluan perempuan itu.
“Yeee!!! Elu Samm Ahh….he he he” Agato tampak kecewa namun ia terkekeh-kekeh melihat Sam tengah mencumbui badan Nia sambil berdiri.

Sam merendahkan kemaluannya dan kemaluannya berusaha mengait lobang kemaluan Nia. Nia
mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar berusaha menerima kemaluan Sam yg ingin memberinya kenikmatan.
“OOchhhh Uhhhh” Nia tersentak begitu kemaluan Sam memasuki dirinya, Sam mencengkram buah pantat Nia dan mengangkat badan perempuan itu. Nia mengalungkan kedua kakinya membelit pinggang Sam dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Sam. Badannya segera terayun-ayun seperti sedang bermain ayunan
“Clookkk Clopppp Plooopppp Cleepppp” Bunyi – bunyi itu terdengar dgn merdu.
Aqu bergerak dan meremas-remas buah pantat Nia yg menggantung, kujejalkan Kepala kemaluanku kelobang duburnya dan…
“Ohhh MMM Mangggg Trimin… Akkkk….” Kini sebelah tangan Nia bergerak kebelakang melingkari leherku, sedangkan yg satunya berpegangan pada bahu Sam.

Aqu dan Sam berlomba-lomba menghujani lobang Dubur dan lobang Kemaluan Nia. Agato bangkit berdiri, tangannya yg Cuma sebelah menarik kepala Nia dan..
“Hmmmm MHHHH MHHHHH MHHHHHH” mulut Nia tersumpal oleh mulut Agato

Pada malam harinya

Malam itu aqu terbangun, mataqu mencari-cari dimana gerangan ketiga perempuanku, lewat kaca jendela aqu melihat tiga sosok yg amat kukenal sedang duduk berdampingan diatas kursi panjang menghadap kearah telaga. Aqu berjalan tertunduk menghampiri ketiga perempuanku

“Kalian marah ya ? sama mang Trimin…”aqu bersujud dihadapan mereka ,rasa bersalah semakin mendera hatiku
“Maafin yaaa….” tanganku mengelus-ngelus paha-paha mulus mereka bertiga.
“Tadinya sih marah banget….” Morine membuka suara
“Tapi setelah dipikir-pikir….” Nia melanjutkan ucapan Morine
“Kami ngerti koq…. Mang Trimin pasti ngerasa Nggak enak ya menolak permohonan kawan-kawan mang Trimin” Sandy tersenyum manis.
“Tadi Mang Jhoni yg ngasih tahu…..” Morine tersenyum manis
“Lagipula… setelah dirasa-rasa… enak juga pesta sex kaya tadi he he he” Morine terkekeh-kekeh.
Aqu menghela nafas lega melihat senyuman menghiasi tampang ketiga perempuanku.
Ketiga perempuanku berdiri, mereka menyuruhku duduk diatas kursi panjang menghadap kearah telaga.
“Gubraggg…. Byurrrrrrrrrr……….” bandarQ

Seekor Katak tiba-tiba roboh dan tercebur kedalem telaga terkena serangan jantungmenyaksikan tiga orang perempuan Chinese yg cantik mulus bersujud, menciumi dan mengulum kemaluan Trimin Anwar. Aqu menatap keatas langit, rembulan terlihat begitu cantik…bintang bintang bertaburan menghiasi langit malam, kedip-kedip nakal terlihat diatas sana, mengintip aqu dan ketiga perempuanku yg sedang asik bergumul demi meraih kenikmatan.

=========================================================

SELAMAT DATANG DI SITUS TERBESAR GAME ONLINE RESMI POKER DOMINO TERPERCAYA
DENGAN MINIMAL DEPOSIT & WITHDRAW RP. 15.000

MARI GABUNG RASAKAN KEMENANGAN DI

WWW.GALERIQQ.COM

DAN NIKMATI BONUS ROLLINGAN 0.5% & REFERRAL 20%

CONTACT :
PIN BBM : D60A983B
LINE : csgaleriqq
YM : csgaleriqq


Share:

Wednesday, March 22, 2017

Istri Seksi Pemuas Birahi

Cerita Sex - Franky di kantor sedang menunggu Pak Jupri alias Mang Japrak yg belum juga datang. Padahal ada beberapa pekerjaan yg memerlukan atasannya itu, namun ke mana dia? Sembari menunggu, Franky berpikir tentang Indira. Semoga Indira bisa pulih setelah bertemu psikolog itu…Namun Franky terpikirkan satu hal lagi. Malam itu, malam ketika trauma Indira dimulai… Crista ada di rumah. Crista pasti tahu sesuatu. Franky merasa perlu bertanya.

Indira belum lama pergi. Dr. Floren kembali duduk di belakang mejanya sembari membaygkan indahnya badan Indira yg sempat dicicipinya sebentar tadi. “He, Floren, kamu jangan baygin macem-macem ya. Indira itu buat Mang. Kita udah ada perjanjian,” kata sesosok manusia yg tiba-tiba muncul dari belakang Dr. Floren. Dia datang dari balik pintu samping ruang praktik Dr. Floren.


Istri Seksi Pemuas Birahi

Seorang lelaki tua botak berperut buncit, yg sedang ditunggu oleh bawahannya di kantor. Mang Japrak.
“Yah, si Mamang, gimana ya? Ternyata dia cakep… Boleh nggak kubikin dia jadi lesbong juga?” Floren menimpali. “Hus. Jangan lah. Kalau yg lain sih silakan ajah… Yg ini nggak boleh, ya? Soalnya dia orang yg spesial buat Mamang.” Mang Japrak mendekat dan merangkul Dr. Floren dari belakang.

“Emangnya aqu enggak, Mang…?” tanya Floren manja.

“Ooo… pasti dong, Floren kan kesaygan Mamang. Kalau nggak, mana mau Mamang ajarin ilmu Mamang ke Floren? Kamu istimewa, Ren. Nggak banyak awewe yg Mamang cobain namun udah ada bakat buat nerusin ilmu Mamang.”

“Hehehe… Bilang aja waktu itu Mang ketipu soalnya aqu ga mempan digendam… Gapapa deh, yg penting aqu jadi dapat ngewarisin ilmunya Mamang.”

Bertahun-tahun lalu, Floren, seorang sarjana psikologi, melamar kerja kepada Mang Japrak. Melihat parasnya yg cantik, Mang Japrak sempat mengisengi Floren dgn ilmu gendamnya, namun entah kenapa, hipnotis Mang Japrak kurang mempan kepada Floren. Mungkin karena Mang Japrak berusaha membuat Floren tertarik kepada dirinya, namun ternyata Floren punya kecenderungan lesbian sehingga tak mempan. Itulah yg membuat Mang Japrak menygka Floren istimewa, dan karena rahasianya sudah terbongkar di depan Floren, Floren pun menuntut penjelasan serta imbalan, kalau tidak dia akan membongkar rahasia Mang Japrak.

Akhirnya Mang Japrak mengajarkan ilmu gendamnya kepada Floren. Keduanya jadi akrab, dan terus berhubungan. Floren tak jadi bekerja kepada Mang Japrak dan memilih meneruskan studi dan menjadi psikolog praktik, dan ilmu hipnotisnya dia gunakan untuk membantu pasien. Namun, sebagaimana Mang Japrak, Floren pun sekali-sekali menyalah gunakan kemampuannya itu. Ketika Franky mengeluhkan Indira, Mang Japrak langsung menyambar kesempatan dan memberitahu tentang Dr. Floren.

Sesudahnya Mang Japrak menjelaskan apa yg sudah dia laqukan kepada Indira, dan Floren menyggupi untuk membantu. Floren juga menceritakan semua pengaquan Indira kepada Mang Japrak. Mang Japrak terlihat senang mendengar semua petualangan Indira, apalagi ketika dia tahu pengaruhnya telah membuat Indira jadi lebih berani dan menggoda. agen dominoqq

“Namun Mang,” tanya Floren,

“Emang mau diapain si Indira itu? Kan Mang udah dapet nyobain dia.”

“Ada rencana Mamang buat dia. Rencana gede. Kapan-kapan Mamang ceritain deh. Nanti kalau udah jadi.”

*****

Sepulang kantor, Franky disambut oleh Indira. Sekali lagi penampilan Indira membuat Franky melongo… Indira malam itu tampak seksi dgn babydoll transparan, rambut tergerai, make-up tebal namun menarik… dan dia menunggu Franky dgn penampilan seperti itu di depan pintu rumah!

“Mas Franky….” Indira menyambut suaminya dgn ciuman mesra, lalu dia langsung menarik Franky ke dalam rumah. Sebelum Franky sempat berbuat sesuatu keduanya sudah bercumbu hebat. Namun Franky jadi curiga…

Siang hari, sekitar pukul dua di suatu bangunan kecil di kompleks perumahan pinggir kota. Sehari-harinya tempat itu adalah salon, Salon Crista. Namun pemiliknya tidak hanya menawarkan jasa perawatan kecantikan bagi wanita. Di balik tirai yg memisahkan ruang belakang dgn ruang utama salon, pemilik salon itu, Crista, sedang duduk selonjor di atas tempat tidur yg biasa dipakai untuk luluran atau facial. Crista berpenampilan cantik seperti biasa, rambutnya yg hitam lurus sebahu tergerai.

Pakaiannya juga seksi, seperti biasa. Ia mengenakan kaos tanktop putih yg ketat membungkus badannya, juga rok mini kuning yg mencapai setengah pahanya saja tidak, dan di bawah roknya Crista mengenakan pantyhose nilon warna kulit. Kaki kanannya yg terbungkus nilon itu terjulur, mengelus-elus selangkangan celana seorang lelaki berbadan tegap yg duduk mengangkang menghadapinya di ujung lain tempat tidur.

“Jadi Mas John yg ngatur?” tanya Crista dgn nada manja.

Lelaki yg dipanggil dgn sebutan Mas John itu mengenakan kaos hijau dan celana dinas tentara, dia memang salah satu beking Crista yg masih aktif sebagai perwira menengah di kesatuan setempat. Sembari menggumam keenakan merasakan burungnya mengeras dielus-elus kaki Crista, dia menjawab.

“Iya dong.  Ngeberesin kroco sok jago seperti si Gede itu kecil.  Apalagi zaman sekarang, bikin amuk massa itu gampang.  Kamu udah lihat beritanya kan?” kata John.

“Ah, aqu gak suka nonton berita Mas, bosen,” kata Crista.

“Mestinya kamu lihat, ha ha ha… Soalnya ada muka jelek si Gede babak belur dihajar massa, ampe berdarah-darah gitu.  Kamu minta yg kayak gitu kan, minta yg setimpal buat dia?  Habis ini juga si Gede bakal dipecat gara-gara bikin malu pemerintah.  Salah sendiri, udah tahu ngadapin kumpulan orang marah, malah ndableg.  Biar mampus dia.”

Beberapa hari sebelumnya, terjadi insiden ketika satuan aparat yg dipimpin Gede melaksanakan penggusuran. Entah mengapa, warga setempat malah melawan aparat dgn membawa senjata tajam dan batu. Akibatnya terjadi perkelahian berdarah yg menyebabkan 1 orang warga dan 1 orang aparat tewas, dan puluhan orang luka berat termasuk Gede yg kepalanya bocor kena timpuk dan sempat digebuki ramai-ramai.

Masyarakat dan media ramai menyalahkan, ada yg menganggap warga mengamuk karena kekesalan yg sudah menumpuk terhadap aparat yg biasa semena-mena. Yg luput dari perhatian semua orang adalah bahwa amuk warga itu dipicu oleh beberapa provokator yg dikirim oleh John. Meskipun sama-sama aparat, memang kadang ada ketegangan antar kesatuan di balik permukaan, terutama dalam masalah urusan beking membekingi. Crista yg boleh dianggap pengusaha kecil bisnis esek-esek tidak lepas dari beking, dan dia cukup cerdik untuk tidak hanya memegang satu orang. Ketika Gede berlaqu kelewatan terhadap dirinya dan Indira beberapa waktu lalu, Crista memutuskan untuk membalas lewat jalan lain, menyingkirkan Gede dgn menggunakan John, bekingnya dari kesatuan lain. agen domino 99

Rupanya John memilih membuat kerusuhan kecil untuk menyakiti sekaligus menyingkirkan Gede. Sembari John bercerita bagaimana dia merekayasa massa untuk menghajar Gede dan satuannya, kaki Crista terus mengelus-elus gundukan keras di balik selangkangan celana si perwira. Sementara itu Crista mengangkat sedikit demi sedikit tanktop-nya. Perlahan-lahan tampaklah sepasang payudara Crista yg kenyal nan padat, dgn puting yg sudah mengeras. John menjulurkan tangan kanannya, menyentuh payudara Crista.

Tangan John yg besar itu meremas kedua payudara Crista sekaligus, di bagian dalam tempat keduanya bertemu. John membuka sendiri resleting celana dinasnya dan mengeluarkan kemaluannya dari balik celana dalam, sembari terus menggenggam kedua payudara Crista. Crista mulai mengeluarkan suara merintih-rintih nikmat. Crista mengangkat sedikit lututnya supaya kakinya bisa lebih enak membelai-belai kemaluan John yg sudah terbebas. Mata John tak lepas-lepas dari kaki nakal Crista di selangkangannya.

“Ughh…” John menggerung ketika ereksinya belai lembut oleh Crista, kemaluannya ditekan ke perut oleh sekujur kaki Crista yg seperti memeluk batang itu.

Crista berposisi duduk mengangkang dan John bisa melihat bahwa di balik pantyhose Crista tak mengenakan celana dalam.  Crista meningkatkan gesekan kakinya, dan melihat badan John yg besar itu belingsatan seperti kesetrum.  Crista merasa menikmati posisi dominan itu, dia sebagai seorang perempuan bisa memain-mainkan badan seorang lelaki yg kekar seperti John dgn kakinya, seolah seorang ratu dan budaknya.

“Ahh… Crista…” John terlihat tegang, wajahnya meringis. Crista merayu,

“Udah mau keluar, Mas…?”

“Erghh sialannn… Sini!”  Tanpa diduga, John bergerak.  Tangannya yg dari tadi bermain di dada
Crista kini merenggut tanktop yg sudah menygsang di atas payudara, menariknya dgn kasar sehingga Crista dipaksa merunduk ke depan.  Crista kaget,

“MAS!!?? “

Dan teriakan berikutnya,

“AHH JANGAN DI MUKA MASSS!!”

Crista, yg suka bersolek, memang tak suka orang berejaqulasi di mukanya.  Dia memang sudah pernah melaqukan segala macam hal, namun ada beberapa yg dia kurang suka, salah satunya adalah apabila mukanya dinodai sperma. Seperti yg terjadi saat itu. John menarik Crista sampai dia tersungkur ke depan tertelungkup di alas tempat tidur dgn muka menoleh, lalu John menekan kepala Crista sembari berejaqulasi di pipi Crista yg berbedak dan berperona. John tertawa puas melihat Crista yg tak senang. Begitu dilepas, Crista langsung bangkit lagi, menyeka cairan berbau amis yg barusan mengotori pipinya, lalu menampar John.

“Sialan!” maki Crista,

“Dari dulu kan ogut udah bilang gak suka orang ngecrot di muka ogut!”  Wajah Crista berubah marah.
John tidak ikut marah, dia terus tertawa-tawa setelah si pemilik salon memakinya. Dgn kalem dia membalikkan kata-kata Crista.

“Suka-suka aqu mau ngapain kamu. Aqu udah repot-repot ngebalesin dendam kamu sama si Gede kucrut itu, dan kamu tetep aja banyak maunya?” John mendekat dan mencengkeram rahang Crista.

“Hei, Crista,” katanya dgn dingin namun tegas.

“Aqu tahu.  Pasti kamu juga ngelunjak begini sama Gede, kan? Aqu nggak heran. Kamu tuh udah tau cuma lonte, namun sombongnya kelewatan. Masih ngerasa kayak dulu ya?”
Baca JUga Cerita Sex Lain nya di Gelorabirahi.com

“Uhh…” Crista meringis, gentar.

“Terserah Mas mau bilang apa.  Urusanku sama Gede…”

“…sekarang jadi urusanku juga, kan?” John memotong.

“Inget, kamu yg datang ke aqu, ngerayu-rayu minta aqu ngasih pelajaran ke si Gede.  Aqu udah kasih apa yg kamu mau. Jadi ya aqu boleh ngapain aja, kan?” Crista tertunduk.  Sebetulnya dia kesal, namun John memang benar. Lagi-lagi posisi tawar Crista lemah. agen bandarQ

“Ngerti?” tanya John lagi. Crista mengangguk.

“Kalau ngerti… sekarang kamu nungging.”

Crista patuh, dia pun berubah posisi jadi menungging di atas tempat tidur sementara John turun dan berdiri di sampingnya. John mendekati bagian bawah badan Crista, meremas bokong Crista yg kencang dan masih terbungkus pantyhose itu. John terkekeh.

“He he he… Asyiik, bokong lonte.”  Dia menampar bokong Crista dua kali. Crista mendengking kaget. John lalu memelorotkan pantyhose Crista sehingga bokong Crista tak lagi tertutupi, lalu kembali dia menampari bokong Crista. Setelah puas, tamparannya berubah menjadi elusan dan remasan. John lalu mengulum jarinya. Dgn membasahi jarinya seperti itu, sudah jelas apa yg mau dia laqukan. Crista diam saja ketika satu jari John memasuki kemaluannya. Kemudian tidak cuma satu, namun dua jari John bergerak keluar-masuk kemaluan Crista.  John tersenyum puas melihat wajah Crista yg menatap kepadanya seolah memohon. Permainan jarinya membuat si pemilik salon itu terangsang.

“Ah… ahh…” Crista mulai mendesah-desah, wajahnya yg berias tebal berkerut menahan nafsu yg mulai meninggi.

“Ahhh…”

John menjolokkan satu lagi jarinya, sehingga kini jari tengah, manis, dan telunjuknya keluar-masuk di kemaluan Crista. John merasakan bagian itu makin lama makin basah, pertanda pemiliknya sudah terhanyut oleh birahi.  John makin kencang menyodok-nyodok Crista dgn ketiga jari tangan kanannya.  Crista berusaha meraih ke belakang dan menahan agar tangan John jangan terlalu kasar.

“Eit, mau apa?” Tangan kiri John yg belum melaqukan apa-apa gesit menahan tangan Crista.  Crista tidak kuat melepaskan diri dari genggaman John.  John meregangkan jari-jari tangan kanannya, berusaha membuat kemaluan Crista melebar. Crista mulai merasakan puncak kenikmatan akan datang selagi cairan kemaluannya membasahi jemari John. John tertawa dan memasukkan satu lagi, jari kelingkingnya, ke dalam sana. Lagi-lagi dia berusaha merentangkan celah sempit yg dimasukinya selagi dia mendengar nafas Crista memburu.

“Hehehe… Udah mulai longgar lu Cit.  Empat jari ogut bisa masuk.  Lu kayaknya sebentar lagi kadaluarsa nih?” John berkomentar menghina.

“Bangke,” Crista balas memaki.

“Lonte,” hardik John,

“Sekarang lu diem.  Ogut ga mau denger bacot lu, ogut mau memek lu aja.”

John naik ke tempat tidur ke belakang Crista, dan kemudian menyorongkan kemaluannya yg sudah tegak lagi ke hadapan kemaluan Crista. Di ujung kemaluannya menitik cairan bening, pertanda John pun sudah tak tahan ingin melampiaskan nafsu.

“Ah… Hanhhh!” Crista melontarkan desahan ketika kemaluan John menembus kemaluannya.
Kemaluan John meluncur dgn mudah ke dalam celah yg sudah basah dan teregang itu, menembus sampai pintu rahim. Crista tak diam saja, dia mendesakkan bokongnya menikmati ereksi John.

“Haa… haaahhh…” Bibir merah Crista menganga, mengeluarkan suara-suara penuh nafsu.
Tangannya mencengkeram seprai. Pinggul John maju-mundur mendongsok Crista. John makin bernafsu, dan dia berubah posisi. Tanpa mencabut kemaluannya, John turun dari tempat tidur sehingga dia berdiri di samping tempat tidur. Lalu kedua tangannya meraih kedua paha Crista, di bagian belakang lutut. John yg memang berbadan kuat lalu mengangkut seluruh badan Crista, sehingga dia kini menggendong Crista di depan badannya.

Keduanya melanjutkan persebadanan dalam posisi yg tidak biasa itu.  Crista sudah seperti boneka yg digendong John, pasrah dalam lengan-lengan perkasa John yg mengangkut kedua pahanya, punggungnya bersandar ke dada John.  Namun memang hubungan intim dalam posisi menggendong itu tidak gampang, karena kemaluan John cuma bisa masuk sedikit, jaraknya terlalu jauh.  Akhirnya Crista dia taruh lagi di atas tempat tidur.

“Hihihi… Sok jago sih,” goda Crista selagi John mencabut kemaluannya dari lubang Crista.

“Kurang panjang tuh adeknya…” Crista saat itu berposisi menyamping dgn lutut tertekuk, bokongnya berada di pinggir ranjang.  Dia melihat John masih ereksi dan siap memasukkan lagi… ke lubang bokong.

“Emm…” Crista mengernyit ketika John akhirnya menekankan kepala burung yg masih membesar ke pintu belakang. Kemaluan Crista sudah basah karena baru di-invasi, namun bokongnya tidak siap.

“Ogut masuk ya… Uh!  Ahh… Sempit!” kata John.

“Iiuhh!”  Crista terengah ketika kepala burung John tiba-tiba memaksa menerobos lingkaran duburnya.  Dia secara refleks berusaha menghindar, memang wajar kalau ada yg mencoba mendesakkan sesuatu ke dalam bokong.  Namun Crista tak bisa ke mana-mana selagi John mendorong pinggangnya ke depan sembari menggerung keras.  Masuklah kemaluannya ke dalam lubang dubur yg tak sepenuhnya rela itu sedikit demi sedikit.

“Auh!  Enak bangett!  Bokong lu masih nggigit juga ya?” seru John sembari mengerang keenakan.

“Hssshh…” Crista mendesis, sakit campur enak, matanya berkaca-kaca ketika merasakan sepotong daging yg keras dan panas di saluran belakangnya.

John mulai bergerak maju-mundur menggempur pintu belakang Crista tanpa ampun, kantong bijinya menampar-nampar belahan bokong Crista. Untungnya bagi Crista, setelah dua-tiga menit rasa sakitnya berkurang menjadi sekadar rasa kurang nyaman. Bokongnya sudah bukan perawan sejak lama, jadi sudah tahu mesti bereaksi apa.

“Enak gak Cit?  Lu masih suka bokong lu dientot kan?” tanya John sembari terengah.

“Iyah… Terus!  Teruus!” Crista mulai merasa enak.  Bagian bawah perutnya mulai merasakan sensasi nikmat dan jantungnya berdebar.

John melambat, menarik keluar kemaluannya pelan-pelan lalu ketika nyaris keluar dia masuk lagi dgn cepat dan kasar.  Dan…

“Uh…hhh!”

Crista merasakan sesuatu yg panas menyembur di dalam bokongnya.  John ejaqulasi.  Kedua tangan John mencengkeram belahan bokong Crista yg berada di atas, seolah mau menyempitkan saluran yg sedang dimasuki kemaluannya. John baru mencabut kemaluannya sesudah puas melampiaskan nafsu di dalam bokong Crista. Ia merasakan sebagian sperma John ikut meleleh keluar bersamaan dgn perginya kemaluan John dari dalam bokongnya. Crista tetap berbaring menyamping, tidak langsung bangun.

 Dilihatnya John mengambili tisu untuk menyeka badannya sendiri. Beking Crista itu kemudian membereskan lagi pakaiannya.

“Sesuai perjanjian kita kemarin, ya.  Besok-besok kalau aqu datang, kayak gini lagi ya.”

Agen Domino QQ

Crista dgn cepat mengambil selimut dan melilitkannya di sekeliling badan, lalu berdiri mengantar John yg beranjak ke pintu ruangan.  Crista tersenyum sinis sembari menaruh tangannya di pundak John.

“Oke boss,” katanya dgn genit.

John membuka pintu, lalu berbalik dan mengecup pipi Crista. Lelaki tegap itu kemudian menuju pintu keluar salon, tanpa mengacuhkan seorang lelaki muda yg berdiri di tengah ruangan utama salon. Crista melotot melihat lelaki muda itu.

“Franky?”

Memang masih jam kantor, namun entah kenapa, Franky ada di salonnya. Adik Crista itu memejamkan mata dan geleng-geleng kepala melihat kakaknya yg cuma terbungkus selimut dan tadi dicium seorang aparat berseragam.

“Ya ampun, Kak…” keluh Franky.
“Apa sih?” Crista menoleh ke kanan-kiri dgn cuek, melihat ada satu bungkus rokok di atas meja, mengambil sebatang dan menjepitnya di bibir, halamandewasa.com lalu sibuk mencari korek api.

“Ada korek nggak?” tanya Crista kepada Franky.

“Kakak nggak pernah berubah, ya…” Franky tidak menanggapi pertanyaan kakaknya.

“Jangan sok kaget gitu lah,” kata Crista setelah menemukan korek gas di satu laci. Dia menyalakan rokoknya.

“Eh bukannya ini masih jam kerja?”

“Kak,” kata Franky dgn nada serius.

“Aqu mau tanya.  Soal Indira.”
Crista membelalak tanpa berkata apa-apa.  Wajahnya berubah serius juga.

“…Kakak pake baju dulu deh, sebelum jawab,” usul Franky.  Risi juga dia melihat kakaknya cuma berbungkus sehelai kain.

*****
Sejam kemudian…

Franky sudah kembali ke kantor setelah tadi mampir sebentar ke salon kakaknya, tanpa mampir ke rumah. Kepalanya terasa agak berat setelah dia mendengar jawaban Crista.

“Indira, sedang apa kamu?”

Namun dia tahu sebagian penyebabnya adalah dirinya sendiri. Begitu masuk kantor, Febby, sekretaris Mang Japrak, memanggilnya.

“Mas Franky!  Dicariin bos,” kata perempuan berkacamata itu. Franky langsung menuju ruangan Pak Jupri alias Mang Japrak, atasannya.

“Nah ini baru dateng anaknya.  Ke mana aja kamu?  Kenalin, ini Pak Enrico,” kata Mang Japrak yg sedang menghadapi seorang tamu yg berpenampilan pengusaha.

“Franky,” Franky memperkenalkan diri.

“Enrico,” kata orang itu.

Pembicaraan dimulai. Enrico rupanya sedang menggagas kerjasama dgn Mang Japrak untuk membuka perwakilan perusahaan itu di daerahnya.  Menurut Enrico, produk perusahaan mereka belum banyak tersedia di sana.  Mang Japrak sudah mengontak bagian-bagian lain perusahaan untuk menceritakan rencana Enrico, dan perusahaan menyetujui. Maka sekarang persiapan pembukaan cabang bisa dimulai.

“Jadi, saya ngundang Pak Jupri untuk berkunjung ke kota saya, biar bisa lihat sendiri keadaan di sana. Sekalian nanti saya kenalkan dgn rekan-rekan kita dan juga pihak berwenang di sana—lumayan, buat memperlancar urusan kita,” kata Enrico.

“Pak Enrico, terima kasih undangannya,” jawab Mang Japrak.

“Saya senang sekali kalau bisa ke sana. Katanya di sana pembangunan mulai rame, ya?  Pasti beda dgn waktu dulu saya masih muda ke sana, dulu sepi!  Ah, namun sayg saya lagi jalani pengobatan, tidak boleh pergi jauh-jauh untuk sementara waktu.”

Franky yg dari tadi mendengarkan langsung menoleh ke Mang Japrak. Dia tahu Mang Japrak sebenarnya tidak sedang menjalani pengobatan (masalah kesehatan Mang Japrak cuma ejaqulasi dini saja). Kata-kata barusan itu sekadar alasan untuk…

“…jadi nanti biar yg ke sana Franky, sebagai perwakilan saya.  Dia sudah biasa ngurus semuanya.  Gimana Franky, kamu bisa kan?” Franky tersenyum.

“Bisa,” jawabnya pendek.

“Kapan, Pak Enrico?”

“Dua hari lagi saya pulang ke sana.  Barangkali kita bisa bareng. Kira-kira perlu berapa hari?” kata Enrico.

“Seminggu?” Mang Japrak langsung memotong sebelum Franky menjawab.  Enrico mengangguk setuju.

Seminggu sebenarnya terlalu lama, Franky membaygkan, sekadar survei lokasi dan berkenalan dgn orang-orang setempat paling-paling perlu tiga hari.

“Oke, kalau begitu nanti saya kontak lagi Pak Franky untuk persiapannya.  Semuanya biar saya yg urus,” kata Enrico.  Kemudian Enrico pamit dan pergi.

*****

Malamnya, di rumah Franky dan Indira…

“Mas mau pergi seminggu?” tanya Indira.  Franky berbaring di tempat tidur, sementara Indira duduk di depan meja rias.  Keduanya hendak beristirahat setelah seharian beraktivitas.

“Iya…” Franky menyebutkan nama kota tujuannya, yg terletak di pulau lain.  Dilihatnya wajah Indira seperti kurang senang.

“Ajak dong Mas…” pinta Indira manja.

“Yah, gimana ya… kayaknya nanti bakal sibuk urusan kantor di sana.  Ntar kamu malah nganggur di kamar hotel dong,” jawab Franky.

“Nanti kalau sempat cuti deh, kita ke sana. Katanya sekarang di sana rame, banyak tempat wisata, soalnya pembangunannya maju. Kepala daerahnya hebat.”

“Iih, curang,” Indira merajuk.

“Katanya perempuan dari sana cakep-cakep, ya?”

“Terus?” Franky nyengir.  Namun dalam hatinya, dia mulai bisa membaca isi hati Indira, karena dia sudah mendengar penjelasan Crista. Makanya dia tidak heran melihat Indira bukannya membersihkan muka untuk persiapan tidur, malah memulaskan lipstik tipis saja di bibirnya.

“Pasti kamu mau ditraktir perempuan di sana… Iya kan?” kata Indira sembari beranjak dari meja rias, lalu menghampiri suaminya di tempat tidur.  bandarq

Franky tersenyum melihat istrinya, perempuan cantik yg malam itu berdaster kuning, berias wajah tipis, dan berbau wangi. Jelas Indira tidak ingin langsung tidur…  Indira berbaring menyamping, menghadap Franky, memberikan ciuman mesra kepada suaminya.

“Yah… kamu tahu kan, biasa orang bisnis, entertain-nya gimana,” Franky tidak berusaha mengelak. Toh Indira sudah tahu salah satu kelemahannya. Franky merasakan tangan Indira menyelip ke balik celananya.

“Eh…”

Tangan Indira terasa licin.  Licin dan mulai membelai-belai kemaluan Franky.  Franky merangkul istrinya dan mencium kening Indira.

“Hayo… mau ngapain tangannya di sana…” goda Franky.

Indira membalas dgn mengecup bibir Franky lalu menarik ujung kaos Franky, menyingkap badan atas Franky. Sementara itu Indira terus menciumi badan suaminya, dari bibir turun ke dagu, rahang, leher.
Franky menahan nafas. Ia sekarang paham sebagian besar ceritanya.  Perubahan Indira sesudah memergoki kebiasaan buruknya itu sebagian disebabkan Crista juga. Crista bercerita bagaimana Indira minta saran agar Franky tidak perlu lagi melirik perempuan lain. Dan kakaknya itu, yah, sudah tahu apa yg Franky suka. Jadilah Crista membantu Indira membentuk-ulang dirinya agar lebih bisa memenuhi impian Franky. Misalnya seperti yg terjadi sekarang. Sebelumnya, Indira sangat konservatif dan lebih banyak pasif di ranjang. Sekarang, Indira dgn genitnya merayu dan menggeraygi Franky.

 Aksinya sudah tidak kalah dgn perempuan-perempuan penghibur yg dulu (dan kadang sekarang) memberi Franky kenikmatan badan. Indira yg dulu tidak terpikir melaqukan apa yg dilaqukannya kini. Tangan Indira sudah menyentuh kemaluan Franky yg sedikit tegak, jari-jari Indira merangkum batang Franky. Indira mulai membelai-belai organ intim suaminya, dari bawah ke atas dan kembali lagi, dan membuatnya tegang sempurna.  Franky tersentak sedikit ketika kocokan Indira makin cepat.

“Ah…”  Franky melihat istrinya melirik nakal dan kembali mencium bibirnya.  Ah, betapa manis bibirnya.  Ah… dia kok jadi jago ngocok juga?

“Pelan… sayg…” bisik Franky.

Indira mengabulkan permintaan itu dan mengurangi intensitas kocokannya.  Franky tadi sudah nyaris keluar, namun dia tidak ingin buru-buru.  Tangan Franky mencengkeram lengan atas Indira, wajahnya terlihat berusaha menahan kenikmatan, sementara rambut panjang Indira menyapu hidung Franky selagi Indira mengulum salah satu telinga Franky.  Beberapa waktu lalu, Indira sempat memberikan servis ‘mandi kucing’, dan Indira baru menemukan bahwa Franky punya titik sensitif di sana. Franky mengerang keras selagi Indira kembali kencang mengocoknya. Percikan-percikan cairan hangat lengket melompat keluar dari ujung kemaluannya dan mendarat di mana-mana, di kaos dan dada Franky, di daster Indira, di seprei. Indira tak melepas dan terus mengocok sampai ejaqulasi Franky selesai.

“Yah… berantakan nih.  Kamu sih nakal, gak bilang-bilang dulu,” goda Franky sembari menikmati perasaan nikmatnya.

“Habisnya Mas Franky mau pergi… jadi ya mumpung sempat sama Mas Franky,” jawab Indira.
Indira sendiri merasakan putingnya mengeras dan selangkangannya membasah. Membuat suaminya bisa puncak kenikmatan dgn tangan sudah cukup merangsang baginya, dan andai Franky mau melanjutkan, dia merasa dia bisa langsung ‘dapat’. Franky meraih wajah Indira. Ciuman yg menyusul sungguh panas. Lidah mereka berdua saling menjelajah, tetap seperti menemukan hal-hal baru meski keduanya sudah berkali-kali berciuman.

“Beresin dulu nggak?” goda Indira.

“Nggak usah, kan mau dilanjutin?” Franky menanggapi.

Detik berikutnya Indira didorong sehingga telentang, kedua pergelangan tangannya ditahan kedua tangan Franky, kedua lutut Franky mengepit kedua pahanya.

“Aqu kan masih dua hari lagi perginya, sayg,” kata Franky pura-pura tak butuh.

“Biarin aja… Mas…” Franky melihat Indira menggigit bibir kemudian kembali berkata.

“Mas aqu pengen…”
Franky tidak perlu diminta lagi. Sedetik kemudian badan keduanya sudah bersatu.

=========================================================

MARI BERGABUNG DAN BERMAIN BERSAMA WEBSITE JUDI ONLINE
TERBESAR DAN TERPERCAYA SE-INDONESIA
DAPATKAN BONUS ROLLINGAN 0.5% DAN BONUS REFFERAL 20%

WWW.GALERIQQ.COM

CONTACT :
PIN BBM : D60A983B
LINE : csgaleriqq
YM : csgaleriqq


Share:

Monday, March 20, 2017

Cerita Seks Kurenggut Perawan Olive Gadis Cilikku

Cerita Sex – kembali bersama kami Surga Langit Ke Tujuh yang menyuguhkan cerita seks dari seorang mahasiwa tingkat akhir yang merenggut keperawanan gadis SMP, yang tidak lain anak itu adalah anak teman kakaknya sendiri. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Sebut saja namaku Adly, aku seorang mahasiswa dari salah satu kampus pariwisata di kota bandung. Kebetulan aku ini sudah mahasiswa semester akhir di perguruan tinggi di Bandung, jadi kegiatanku pada setiap harinya hanyalah mengerjakan skripsi karena tugas-tugas dan mata kuliah sudah tidak ada lagi.

Cerita Seks Kurenggut Perawan Olive Gadis Cilikku

Karena terbilamg aku punya banyak waktu luang, maka aku-pun sering berkunjung ketempat kakak-ku di Jakarta. Pada suatu hari aku-pun pergi ke Jakarta, sesampainya di rumah kakak-ku aku melihat ada tamu. Karena kakak-ku melihat aku yang sedang datang maka kakakku-pun menyuruhku masuk dan, aku-pun dikenalkan kakakku kepada tamu itu.

Omong punya omong ternyata rupanya tamu itu adalah teman kakak-ku semasa kuliah, teman kakak-ku itu bernama bang Rehan. Bang Rehan ini orangnya amatlah ramah dan baik kepadaku, dia berusia sepantaran dengan kakak-ku aitu 39 tahun. Dari perkenalan ketika dirumah kakak-ku itu, pada suatu hari aku-pun diundang untuk bermain kerumah bang Rehan.

Karena memang aku berniat untuk bermain, apa salahnya jika aku aku mengiyakan undangan bang rehan kerumanya. Pada keesokan harinya aku-pun bermain kerumah bang Rehan, sesampainya disana seperti biasa bang Rehan menyambut aku dengan ramahnya. Setelah aku dipersilahkan masuk, maka aku-un dikenalkan bang Rehan kepada anak dan istrinya.

Shela nama istri bang Rehan, setelah berkenalan kami-pun kemudian menuju ruang tamu bang Rehan untuk mengobrol disana. Obrolan demi orolan-pun berlalu, dari obrolan kami tadi aku baru tahu kalau selisih usia teh Shela ini usianya 5 tahun lebih muda Bang Rehan. Teh Rani dan bang Rehan telah dikaruniai 1 anak yang sudah beranjak dewasa yaitu bernama Olive.

Singkat cerita 3 hari setelah aku kenal dengan Bang Rehan, saat itu tepatnya pada hari Rabu, dimintai tolong oleh bang Rehan untuk menemani dan menjaga Olive di rumahnya. Karena pada saat itu bang Rehan dan istrinya akan pergi ke Surabaya untuk menjenguk ibu dari istri bang Rehan yang sedang sakit dukup serius dan telah dirawat dirumah sakit.

Dari kabar adik istri bang Rehan, katanya bang rehan dan istrinya harus segera kesana, karena mertua bang rehan selalu menanyakan bang Rehan dan teh Shela. Maklum karena katanya bang Rehan Teh Shela ini adalah anak kesanganya dan begitu juga bang Rehan adalah menantu kesayangan mertuanya.

Sebagai menantu kesayangan bang Rehan-pun segera meminta cuti kerja selama 1 minggu. Setelah mendapat cuti bang Rehan dan Teh Shela-pun segera berangkat, sedangkan Olive tinggal dirumah denganku karena dia harus bersekolah. Hari demi hari-pun berlalu, tidak terasa aku-pun telah tinggal dirumah bang Rehan selama 3 hari.

Tidak kusangka pada saat itu aku merasa jenuh sekali, karena ketika pagi sampai siang aku dirumah bang Rehan sendirian karean si Olive pada jam-jam itu dia bersekolah. Untuk menghilangkan kejenuhanku pada saat itu, aku-pun menyalakan DVD dan memutar sebuah kaset DVD yang berisikan film action. agen dominoqq

Singkat cerita aku-pun telah selesai memutar 1 film action tersebut, karena sudah selesai maka aku-pun segera mencari kaset DVD lainya. Ketika aku sedang meilih-milih kaset, tidak sengaja aku menemukan bebrapa kaset porno yang nampaknya adalah koleksi dari Bang Rehan. Wah, kebetulan sekali aku sedang dirumah sendirian.

Melihat suasana yang memungkinakan itu, aku-pun segera memutar kaset BF itu, ditengah asiknya aku menonoton film dewasa itu, tidak kusangka tiba-tiba terdengar pintu depan terbuka, beteapa kagetnya aku saat itu. Dengan buru-buru aku-pun segera mematikan televisi dan menyimpan bungkus kaset DVD di bawah karpet. Ternyata yang datang adalh Olive,

“ Hallo, Bang Adly, ” ucap Olive meyapaku kemudian dia baru masuk kerumah dan tersenyum.
Sambungnya lagi,

“ Oh iya Bang, tolong bayarin ojek Olive dong bang, Olive nggak ada uang receh, abang ojeknya nggk punya kembalian nih, ” Ucapnya padaku.

“ iya bawel, ” jawabku singkat.

Kemudian aku-pun segera keluar untuk membayar ongkos ojek Olive. Setelah membayar saat itu akupun segera masuk kedalam rumah kembali. Waduh, habislah aku, pada saat itu Olive dengan santainya duduk di karpet di depan TV, dan menyalakan Tv itu. Sungguh bodoh sekali aku, aku lupa tidak mematikan DVDnya.

Alhasil diputarlah Film BF yang sedang setengah jalan tadi oleh Olive. Mengetahui aku yang telah kembali kedalam rumah, Olive-pun memandang kearahku sambil tertawa geli,

“ Oh rupanya seperti ini yang BangAdly kalau orang lagi begituan, Olive sering banget Bang diceritain sama temen-temen sekolah, tapi Olive baru ngelihat langsung film beginian kali ini, hha, ” ucap Olive denga santai dan lugunya.

Saat itu aku bingung harus menjawab apa kepada Olive,

“ Olive, apa-apan kamu ini, ayo buruan matikan !!! kamu nggak boleh nonton film kayak gtu, kamu belum cukup umur, Ayo cepetan matiin !!!, ” tegurku kepada Olive.

“ Ihhh, BangAdly Jangan gitu dong, Tuh liat adeganya cuma begitu doang, film yang sering diceritain sama temenku di sekolah nggak ada apa-apanya sama film yang ini, huh !!!, ” ucapnya membangkang.

Entah aku harus berbuat apa saat itu, aku khawatir jika aku melarang Olive nanti justru aku akan dilaporkan kepada orangtuanya. Tanpa menjawab perkataan Olive, aku-pun pergi ke dapur untuk membuat minum dan membiarkan Olive terus menonton. Dari dapur aku duduk-duduk di belakang membaca majalah. Sekitar jam 7 malam, aku keluar dan membeli makanan.

Sekembalinya, di dalam rumah kulihat Olive sedang tengkurap di sofa mengerjakan PR, dan astaga dia mengenakan piyama yang pendek dan tipis. Tubuh mudanya yang sudah mulai matang terbayang jelas. Paha dan betisnya terlihat putih mulus, dan pantatnya membulat indah. Aku menelan ludah dan terus masuk menyiapkan makanan.

Setelah makanan siap, aku-pun memanggil Olive. Oh shit man, tidak kusangka Olive pada saat itu tidak memakai BH, karena puting payudara-nya saat itu terlihat membayang dari balik piyama-nya tipis itu. Saat it aku semakin gelisah karena penisku yang tadi sudah mulai berdenyut-denyut tak karuan, kini Peniskku sudah menegak dan mengganjal di celanaku.

Agen Domino QQSelesai makan, saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri bersampingan, dan dari celah di piyamanya, buah dadanya yang indah mengintip. Saat dia membungkuk, puting susunya yang merah muda kelihatan dari celah itu. Aku semakin gelisah. Selesai mencuci piring, kami berdua duduk di sofa di ruang keluarga,

“ Bang, ayo tebak coba tebak pertanyaan aku Bang, item, kecil, keringetan, apaan coba bang, ayo tebak ?, ” ujarnya.

“ Ah, itu mah gampang, semut lagi push –up . Nah sekrang abang gantian, putih, biru, kecil, keringetan, apa hayow tebak ?, ” ujarku.

Pada saat itu Olive menjawab beberapa dengan tebakannya, namun semua jawabnya salah, lalu,

“ Ini Nih jawaban yang bener, jawabnya adalah Olive pakai seragam sekolah, yang lagi kepanasan di angkot, hha…” candaanku.

“ Ihhhh, Bang Adly ngeselin deh, masak olive di ledekin, Huh…, ” jawabnya.

Saat itu Olive-pun meloncat dari sofa dan berusaha mencubit lenganku, namun pada saat itu aku menghindar dan menangkisnya. Saat itu Olive terus mencoba mencubitku, sambil tertawa. Ditengah keisenganya itu, tiba-tiba olive-pun tersandung dan secara tidak sengaja dia jatuh ke dalam pelukanku, dengan posisi membelakangiku. agen domino 99

Lebih detailnya pada saat itu, secara tidak sengaja tanganku menyentuh dadanya, dan dia duduk tepat di atas batang kejannan-ku, Oughhh… saat itu kami terengah-engah dalam posisi itu.
Bau bedak bayi dari kulitnya dan bau shampo rambutnya membuatku makin terangsang. Entah setan apa yang merasukiku aku-pun mulai menciumi lehernya begitu saja.

Sementara itu Olive mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya. Nafas Olive makin terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang,

“ Oughh… Eughhh… Eummm…” desah Olive.

Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yang sedang kucumbu adalah seorang gadis mungil yang masih duduk dibangku SMP. Namun pada saat itu, gairahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku-pun khlaf begitu saja. Tanpa banyak kata, aku-pun mulai menarik keatas piyama dari tubuh mungil Olive.

Oughhh… Olive menelentang di sofa dengan posisi tubuh hampir bugil. Lalu aku-pun segera mengulum puting susunya yang merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Olive yang mengelus belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tak sabar.

Aku menarik lepas celana dalamnya, dan.. nampaklah bukit kewanitaan-nya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Olive. Aku pun segera membenamkan kepalaku di tengah kedua pahanya,

“ Sssss… Oughhh… Aghhhh…,” erangnya.

Tangan Olive meremas sofa dan pinggulnya menggeletar ketika bibir kewanitaan-nya kucium. Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan. Lalu Olive mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kewanitaan-nya yang masih begitu rapat. Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kewanitaan-nya mulai membuka.

Sesekali lidahku membelai kelentitnya dan tubuh Olive akan terlonjak dan nafas Olive seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras. Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Olive tergeletak terengah-engah, matanya terpejam.

Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kejantanan-ku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Olive,

“ Eummm… Eummm… Sssss… Oughhh…,”

ketika Olive membuka bibirnya, kujejalkan kepala kejantanan-ku. Mungkin film tadi masih diingatnya, jadi dia pun mulai menyedot. Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai kewanitaan-nya. Segera saja kejantanan-ku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, aku pun naik ke atas tubuh Olive dan bibirku melumat bibirnya.

Aroma kejantanan-ku ada di mulut Olive dan aroma kemaluan Olive di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit. Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kejantanan-ku ke celah di selangkangan Olive, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Olive menekan pantatku dari
belakang,

“ Oughhh… Eumm… masukin Bang, Eughhhh…,” ucapnya penuh gairah.

Perlahan kejantanan-ku mulai menempel di bibir liang kewanitaan-nya, dan Olive semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kejantanan-ku kutekan, tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Aku pun berpikir, apakah lubang sekecil ini akan dapat menampung kejantanan-ku yang besar ini.

Terus terang saja, ukuran kejantanan-ku adalah panjang 15 cm, lebarnya 4,5 cm sedangkan
Olive masih SMP dan ukuran lubang kewanitaan-nya terlalu kecil. Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar, aku pun berusaha. Akhirnya usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu. Olive memekik kecil, dahinya mengernyit menahan sakit. agen bandarq

Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku. Aku menekan lagi, dan terasa ujung kejantanan-ku membentur dasar padahal baru sedikit kejantanan-ku yang masuk. Lalu aku diam tidak bergerak, membiarkan otot-otot kewanitaan Olive terbiasa dengan benda yang ada di dalamnya.
Sebentar kemudian kerutan di dahi Olive menghilang, dan aku pun mulai menarik dan menekankan pinggulku. Olive mengernyit lagi, tapi lama-kelamaan mulutnya menceracau,

“ Aow… Sssss… Aduhhh… Eughh… terus, enak Bang, Aghhh…” racaunya menikmati tusukan kejantanan-ku.

Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Olive, lalu membalikkan kedua tubuh kami hingga Olive sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak kejantanan-ku menancap di kewanitaan-nya. Tanpa perlu diajarkan, Olive segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku berganti-ganti meremas dan menggosok payudara, clitoris-nya.

Kemudian pinggulnya, dan kami pun berlomba mencapai puncak. Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Olive makin menggila dan dia pun membungkukkan tubuhnya dan bibir kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kejantanan-ku.

Setelah tubuh Olive melemas, aku mendorong dia telentang. Dan sambil menindihnya, aku mengejar puncakku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Olive tentu merasakan semburan air maniku pada liang senggama-nya. Kemudian Olive-pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang kedua.
Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme kami,

“ Bang, Olive lemes banget nih, tapi olive puas banget sama Bang Adly, ” ucapnya penuh kepuasan.
Saat itu aku hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yang halus.

Satu tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas. Kupikir tubuhku yang lelah sudah terpuaskan, tapi segera kurasakan kejantanan-ku yang telah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Olive yang masih amat kencang. Aku segera membawanya ke kamar mandi, membersihkan tubuh kami berdua dan kembali ke kamar melanjutkan babak berikutnya.

Sepanjang malam aku mencapai 3 kali lagi orgasme,dan Olive entah berapa kali. Begitupun di saat bangun pagi, sekali lagi kami bergumul penuh kenikmatan sebelum akhirnya Olive kupaksa memakai seragam, sarapan dan berangkat ke sekolah. Kemudian setelah olive berangkat sekolah aku-pun kembali masuk ke kamar tidur tamu dan segera tidur pulas karena kelelahan.

Di tengah tidurku aku bermimpi seolah Olive pulang sekolah, masuk ke kamar dan membuka bajunya, lalu menarik lepas celanaku dan mengulum kejantanan-ku. Tapi segera saja aku sadar bahwa itu bukan mimpi. Saat itu aku memandangi rambutnya yang tergerai yang bergerak-gerak mengikuti kepalanya yang naik-turun. Aku melihat keluar kamar dan kelihatan DVD menyala, dengan film yang kemarin.

Ah! Merasakan caranya memberiku kenikmatan dari kulumanya, aku baru teringat Olive bisa seperti ini dari kaset porno yang ditotonnya kemarin. Singkat cerita waktu-pun sudah seminggu berlalu. Bang Rehan dan Teh Shela-pun sudah pulang kejakarta lagi. Sepulangnya Bang Rehan aku dan Olive bersikap biasa saja seolah tidak ada apa-apa dengan kami. bandarq

Karena bang Rehan sudah pulang, aku-pun segera berkemas dan segera berpamitan untuk kembali kerumah kakak-ku. Sebelum aku keluar dari rumah bang Rehan, aku diberikan uang saku dan oleh-oleh dari surabay oleh bang Rehan. Bang Rehan dan Teh Shela mengucapkan banyak terima kasih padaku, sebenarnya aku merasa bersalah, tapi yasudahlah yang terjadi biarlah terjadi dan biarkan kisah ini menjadi pegalaman indah dan buruk untukku dan Olive. Selesai.

=========================================================

SELAMAT DATANG DI SITUS TERBESAR GAME ONLINE RESMI POKER DOMINO TERPERCAYA
DENGAN MINIMAL DEPOSIT & WITHDRAW RP. 15.000

MARI GABUNG RASAKAN KEMENANGAN DI

WWW.GALERIQQ.COM

DAN NIKMATI BONUS ROLLINGAN 0.5% & REFERRAL 20%

CONTACT :
PIN BBM : D60A983B
LINE : csgaleriqq
YM : csgaleriqq


Share:

Friday, March 17, 2017

Cerita Seks Ku Rindu Marni Baby Sisterku Tersayang

Cerita Sex - Penutupan hari ini  kami akan menceritakan pengalaman Sex dari seorang anak SMP yang ketika itu dia melakukan hubungan sex dengan baby sisternya yang merawat dia dari kecil. Hubungan Sex ini dapat terjadi akibat pengaruh Film bokep yang ditonton oleh teman-temanya waktu itu. Sehingga terjadilah pemaksaan oleh anak SMP itu kepda baby sisternya untuk melayani nafsu sex dari ank SMP itu. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Namaku Ginting, aku seorang anak yang berasal dari keluarga yang tergolong mempunyai ekonomi menengah keatas. Dimana Ayahku selalu sibuk dengan pekerjaanya dan Ibuku sibuk dengan arisan dan shopingnya. Dari kecil aku selalu dirawat oleh baby sisterku yang bernama Mba Marni. Pada sampai suatu hari aku melakukan skandal Sex dengan Mbak Marni.

Cerita Seks Ku Rindu Marni Baby Sisterku Tersayang

Kejadian ini berawal pada waktu teman-temanku datang ke rumahku, Dedi, Dika, Budi, dan Bobi berniat main ke rumahku, untuk menonton kaset DVD bokep yang dibawa oleh Bobi. Kebetulan kakak Bobi mempunyai usaha rental kaset DVD di rumahnya. Pada saat itu ayah dan ibuku kebetulan sedang pergi dengan urusan mereka masing-masing. Bobi Ketika itu membawa 3 kaset bokep dan kami memang sudah berencana untuk menonton kaset bokep itu dirumahku.

Ditengah asiknya kami menonton Film Bokep, ternyata Mba Marni mengintip kami yang sedang menonton Film bokep itu. Saat itu Mba Marni mengintip dari celah pintu yang tdk tertutup rapat dan yang tahu mba marni mengintip hanya aku. Oh iya aku hampitr lupa, Mba Marni ini menjadi baby sisterku sejak dia berumur 19 tahun dan Usia Mba Marni ketika itu 27 tahun dengan status masih singgle ( belum menikah ). agen dominoqq

Karena pengaruh film Bokep itu, tiba-tiba naluri lelaki keluar begitu saja. Aku ingin sekali melakukan sex seperti yang ada di dalam kaset DVD bokep yang kutonton bersama dengan teman-temanku tadi. Karena pada saat itu wanita yang ada hanya Mba Marni, maka aku berniat ingin mepraktekanya dengan Mba Marni. Kemudian aku mulai mencari alasan kepada teman-temanku untuk menyusul Mba Marni,

“ Eh teman-teman, Maaf yah Gue tinggal sebentar, Gue mau ke toilet dulu, ” ucapku,

“ Oke Nting… jangan lupa pintunya ditutup yaaa!!! ”, jawab salah satu temanku.

“ Okey bro, tenang aja, ”, jawabku.

Kemudian aku bergegas untuk keluar dari kamarku, dan ketika aku keluar Mba Marni yang ketika itu Masih berada di samping pintu kamarku kaget dengan keberadaanku dengan di iringi nafasnya yang tdk teratur.

“ Hmm… ma… ma… ada Den Ginting ternyata ”, ucap Mba Marni menyapaku sembari membenarkan posisi berdirinya.

“ Mbak ngapain disini, pake ngintip-ngintip lagi ? ” tanyaku dengan maksud menegurnya.

Pada saat itu dalam hatiku berkata “ wah, kesempatan nih buat Gue praktekin hal yang di kaset DVD bokep tadi “.

Kemudian dengan perlahan-lahan pintu kamarku aku kunci dari luar kamar dan aku berpura-pura marah terhadap Mba Marni.

“ Mbak, apa-apaan sih ngintip-ngintip segala. ”

“ Hmm… hmm, Mbak mau kasih minum untuk teman-teman Den Ginting ”, jawabnya.

“ Nanti aku bilangin ayah dan ibuloh, kalo Mba Marni ngintipin Ginting ”, ancamku, sembari aku pergi turun ke bawah dan untungnya kamarku berada di lantai atas

Mba Marni mengikutiku ke bawah, sesampainya di bawah,

“ Mba Marni, kamu ngintipin saya dan teman-teman itu maksudnya apa? ” tanyaku.

“ Mbak, ingin kasih minum teman-teman Den Ginting. ”

“ Kok, Mbak nggak membawa minuman ke atas ”, tanyaku dan memang Mba Marni ke atas tanpa membawa minuman.

“ Hmm… Hmm… ” ucap Mba Marni mencari alasan yang lain.

Dengan kebingungan Mba Marni mencari alasan yang lain dan tdk disadari olehnya, aku melihat dan membayangkan bentuk badan dan buah dada Mba Marni yang ranum dan seksi sekali. Dan aku memberanikan diri untuk melakukan permainan yang telah kutonton tadi.

“ Kesini deh Mbak !!!” ucapku,

Lalu diapun mendekat,

“ Lebih dekat lagi dong mbak !!! ” suruhku lagi,

Karena memang Mba Marni mendekat de ngan sedikit malu-malu dan Masih jaga jarak, akupun menyuruhnya untuk lebih dekat lagi, agen domino 99

“ Cepetan Mba lebih dekat lagi !!! gitu aja lama banget sih , ”
Mba Marni mengikuti perintahku dan dirinya sudah dekat sekali denganku, terasa buah dadanya yang ranum telah menyentuh dadaku yang naik turun oleh deruan nafsu. Aku duduk di meja makan sehingga Mba Marni berada di selangkanganku.

“ Den Ginting mau apa ”, tanyanya.

“ Den, mau diapain Mbak ”, tanyanya, ketika aku memegang bahunya untuk didekatkan ke selangkanganku.

“ Udah, jangan banyak tanya ”, jawabku sembari aku melingkari kakiku ke pinggulnya yang seksi.

“ Jangan Den… jangan Den Ginting ”, pintanya untuk menghentikanku membuka kancing baju baby sisterku.

“ Jangan Den Ton, jangan… jangan… ” tolaknya tanpa menampik tanganku yang membuka satu persatu kancing bajunya.

Agen Domino QQSudah empat kancing kubuka dan aku melihat bukit kembar di hadapanku, putih mulus dan mancung terbungkus oleh BH yang berenda. Tanpa kuberi kesempatan lagi untuk mengelak, kupegang buah dada Mba Marni dengan kedua tanganku dan kupermainkan puting susunya yang berwarna coklat muda dan kemerah-merahan.

“ Jangan… jangan Den Ginting ”

“ Akh… akh… jangan, jangan Den ”

“ Akh… akh… akh ”

“ Jangan… Den Ginting ”

Aku mendengar Mba Marni mendesah-desah, aku langsung mengulum puting susunya yang belum pernah dipegang dan di kulum oleh seorang pria pun. Aku memasukan seluruh buah dadanya yang ranum ke dalam mulutku sehingga terasa sesak dan penuh mulutku.

“ Ohhh… ahhhh… Den… Den Ginting… tangan ber… ” tanpa mendengarkan kelanjutan dari desahan itu kumainkan puting susunya dengan gigiku, kugigit pelan-pelan.

“ Ouh… ouhh… Ahhh… ” desahan nafas Mba Marni seperti lari 10 km.

Kupegang tangan Mba Marni untuk membuka celana dalamku dan memegang kemaluanku. Tanpa diberi aba-aba, Mba Marni memegang kemaluanku dan melakukan gerakan mengocok dari ujung kemaluanku sampai pangkal kemaluan.

“ Oouhhh…ssss… ahhh… Mba… Mba ”

“ Teruss… Ahhh… Mba ”

“ Ton… Ton… Ginting, saya tdk kuat lagi ”

Mendengar itu lalu aku turun dari meja makan dan kubawa Mba Marni tiduran di bawah meja makan. Mba Marni telentang di lantai dengan buah dada yang menantang, tanpa kusia-siakan lagi kuberanikan untuk meraba selangkangan Mba Marni.

Aku singkapkan pakaiannya ke atas dan kuraba-raba, aku merasakan bahwa celana dalamnya sudah basah. Tanganku mulai kumasukan ke dalam celana dalam-nya dan aku merasakan adanya bulu-bulu halus yang basah oleh cairan liang Vaginanya.

“ Mbak, dibuka yah celananya.” Mba Marni hanya mengangguk dua kali.

Sebelum kubuka, aku mencoba memasukantelunjukku ke dalam liang Vaginanya. Jari telunjukku telah masuk separuhnya dan kugerakkan telunjukku seperti aku memanggil anjingku.

“ Ssss… ahhhh… euhhhh ”

“ Cepat dibuka ”, pinta Mba Marni.

Kubuka celananya dan kulempar ke atas kursi makan, aku melihat kemaluannya yang Masih orisinil dan belum terjamah serta bulu-bulu yang teratur rapi. Aku mulai teringat akan film DVD bokep yang kutonton dan kudekatkan mulutku ke liang Vaginanya.

Perlahan-lahan kumainkan lidahnku di sekitar liang surganya, ada rasa asem-asem gurih di lidahku dan kuberanikan lidahku untuk memainkan bagian dalam liang Vaginanya. Kutemukan adanya daging tumbuh seperti kutil di dalam liang kenikmatannya, kumainkan daging itu dengan lidahku.

“ Ahhhh… Ton… ”

“ Mbak mau kelluaar… ”

Aku tdk tahu apa yang dimaksud dengan “ keluar ”, tetapi aku semakin giat memainkan daging tumbuh tersebut, tanpa kusadari ada cairan yang keluar dari liang Vaginanya yang kurasakan di lidahku, kulihat liang Vagina Mba Marni telah basah dengan campuran air liurku dan cairan liang Vaginanya.
Lalu aku merubah posisiku dengan berlutut dan kuarahkan batang kemaluanku ke lubang senggamanya, karena sejak tadi kemaluanku tegang.

“ Zlebb…. Zlebbb… ” Aku merasakan kehangatan luar biasa di kepala kemaluanku.

“ Ton… Ton pellann dongg… ” Kutekan lagi kemaluanku ke dalam liang surganya.

“ Zlebb… Zlebb ” dan,

“ Eghhh… eghhh… ”, suara Mba Marni tertahan saat kemaluanku Masuk seluruhnya ke dalam liang Vaginanya.

“ Ton… Ton… pelaan… ” Nafsu birahiku telah sampai ke ubun-ubun dan aku tdk mendengar ucapan Mba Marni.

Maka kupercepat gerakanku.

“ Eghhh… eghhh… eghhh… tolong… tolong Ton pelan-pelan ”
tdk lama kemudian,

“ Den Ginting, Mba keluaar laagi ”

Bersamaan dengan itu kurasakan desakan yang hebat dalam kepala kemaluanku yang telah disemprot oleh cairan Vagina Mba Marni. Maka kutekan sekuat-kuatnya kemaluanku untuk Masuk seluruhnya ke dalam liang Vagina Mba Marni. Kudekap erat badan Mba Marni sehingga agak tersengal-sengal, tdk lama kemudian,

“ Croot… croot… crottt ” air maniku Masuk ke dalam liang Vagina Mba Marni.

Setelah Mba Marni 3 kali keluar dan aku sudah keluar, Mba Marni lemas di sampingku. Dalam keadaan lemas aku naik ke dadanya dan aku minta untuk dibersihkan kemaluanku dengan mulutnya. Dengan sigap Mba Marni menuruti permintaanku. Sisa air maniku disedot oleh Mba Marni sampai habis ke dalam mulutnya. Kami melakukan kira-kira selama 3 jam, tanpa kusadari teman-temanku teriak-teriak karena kunci pintu kamarku sewaktu aku keluar tadi.

“ Ginting… tolong bukain dong, pintunya ”teriak mereka,

Maka cepat-cepat kuminta Mba Marni menuju ke kamarnya untuk berpura-pura tidur dan aku naik ke atas membukakan pintu kamarku. Bertepatan dengan aku ke atas Ibuku pulang naik Taxi.
Dan kuminta teman-temanku untuk makan oleh-oleh Ibuku lalu kusuruh pulang. Setelah seluruh temanku pulang dan Ibuku istirahat di kamar menunggu papa pulang. Aku ke kamar Mba Marni untuk meminta maaf, atas perlakuanku yang telah merenggut keperawanannya. agen bandarQ

“ Mbak, maafin Ginting yah! ”

“ Nggak apa-apa Den Ginting, Mbak juga rela kok ”

“ Keperawanan Mbak lebih baik diambil sama kamu dari pada sama supir tetangga ”, jawab Mba Marni.

Dengan kerelaannya tersebut maka, kelakuanku makin hari makin manja terhadap baby sitterku yang merawatku semenjak usiaku sembilan tahun. Sejak kejadian itu kuminta Mba Marni main berdiri, main di taman, main di tangga dan mandi bersama, Mba Marni bersedia melakukannya.
Hingga suatu saat terjadi, bahwa Mba Marni mengandung akibat perbuatanku dan aku ingat waktu itu aku kelas dua SMK. Papa dan Ibuku memarahiku, karena hubunganku dengan Mba Marni yang cantik wajahnya dan putih kulitnya. Aku dipisahkan dengan Mba Marni, Mba Marni dicarikan suami untuk menjadi bapak dari anakku tersebut.

Sekarang aku merindukan kebersamaanku dengan Mba Marni, karena aku belum mendapatkan wanita yang cocok untukku. Itulah kisahku para pembaca, sekarang aku sudah bekerja di perusahaan ayahku sebagai salah satu pimpinan dan aku sedang mencari tahu ke mana Mba Marni, baby sitterku tersayang dan bagaimana kabar Ginting Juniorku.

=========================================================

SELAMAT DATANG DI SITUS TERBESAR GAME ONLINE RESMI POKER DOMINO TERPERCAYA
DENGAN MINIMAL DEPOSIT & WITHDRAW RP. 15.000

MARI GABUNG RASAKAN KEMENANGAN DI

WWW.GALERIQQ.COM

DAN NIKMATI BONUS ROLLINGAN 0.5% & REFERRAL 20%

CONTACT :
PIN BBM : D60A983B
LINE : csgaleriqq
YM : csgaleriqq


Share:

Wednesday, March 15, 2017

Kisah Hot Ngesex Bareng Temen-Temen Kampus



Cerita Sex - Pеrkеnаlkаn nаmаku Dani, Sudаh ѕеkitаr setengah jаm ini ѕuаrа dеnguѕаn nаfаѕ уg mеmburu dаn реnuh birаhi tеrdеngаr dаri ѕеbuаh kаmаr kоѕ di daerah Jatingaleh semarang. Suаrаnуа tеntu ѕаjа tеrdеngаr hеbаt dаn tidаk bеrаturаn kаrеnа аku ѕеdаng nаfѕu-nаfѕunуа mеnggеnjоt Erna, dеngаn роѕiѕi tаngаn kiri mеnjаmbаk rаmbutnуа, tаngаn kаnаnnуа ѕibuk mеrеmаѕ tоkеd Erna уаng bulаt kеnсаng.

“Aаhh…аhh….аgrrh.. jаngаn сераt-сераt dоrоngnуа… Guе…jаdi mаu kеluаr lаgii…” Rеngеk ѕuаrа Erna уаng udаh kеlеlаhаn. Tарi, Aku mаlаh mеmutаr-mutаr раntаtnуа ѕаmраi bаtаng kоntоlku ѕеmаkin gаnаѕ mеnоrоbоѕ mеmеk ѕеmрit ѕi Erna.

“Mеmеk lое mаѕih ngеrеmеѕ-rеmеѕ kоntоl guе kоk, nih… rаѕаin аjа..” bаlаѕku

Bеnаr ѕаjа, ngаk lаmа ѕеkitаr 2 mеnit Erna udаh mеrаѕаkаn ѕеnѕаѕi gаtаl mаu mеlеdаk di ѕеkujur ѕеlаngkаngаnnуа. Sаmbil mеmеluk еrаt dеѕаhаn klimаkѕ Erna tеrdеngаr :

“Mmmhhhh… Euuuhh… Shit… “ Erna mеnggеlinjаng, ѕеluruh tubuhnуа mеnеgаng kаrеnа ѕеnѕаѕi kеnikmаtаn уg mеmbаnjiri.

“Gimаnа rаѕаnуа kеluаr уаng kе 4 ini Er ? tаnуаku iѕеng. Sеtаn lо Dani, guе ѕаmраi mеgар-mеgар mеlеngkung gаrа-gаrа di еwеklu.”Sаhut Erna.

“Tарi еnаk kаn gоуаngаn guе..hеhе” bаlаѕkuTibа-tibа ѕi Erna ѕаdаr ѕеѕuаtu. Adа уаng mаѕih lеngkеt di dаlаm lubаng mеmеknуа.

“Eh, Dani, lо bеlum kеluаr уа ? tаnуа Erna”.“Dikit lаgi уа Bеb” ujаrku ѕаmbil mulаi mаѕukkаn kоntоl kе lubаng mеmеknуа.“iуа bоlеh dеh, сереtаn уа bеb” dеѕаh Erna lеmаѕ.

Aku mеnсоbа mеmutаrkаn tubuh Erna, mеnginginkаn роѕiѕi ѕеmi Dоggу dеngаn mеngаngkаt раntаtnуа уаng bulаt kе аtаѕ ѕаmbil mеmbukа раhаnуа lеbаr-lеbаr. Mеmаѕukаn Kоntоl dаn lаngѕung tеnggеlаm аbiѕ di tеlаn mеmеknуа, Slер… ѕlер… ѕlер… Suаrа сiрrаtаn аir mеmеk Erna tеrdеngаr, Sеlаng bеbеrара mеnit gеnjоtаnku реrсераt hinggа tаk kаruаn, tеrаѕа ujung kоntоlku udаh bеrdеnуut-dеnуut. Sеnѕаѕi gаtаl уаng mеmunсаk.

Hh… Hhhh….. Aаhhhh…”dеnguѕku уаng ѕеmаkin bеrnаfѕu. agen dominoqq

Dani Jаngаn di dаlеm kеluаrnуа..” Rеngеkаn ѕi Erna, Tарi, Erna ѕеndiri ѕеbеnаrnуа ѕаdаr kаlо аku аkаn ngеluаrin di dаlаm. Dаn ngаk аdа tаndа-tаndа diа bаkаl nуаbut kоntоlku dаri lubаng mеmеknуа. Gеrаkаn mеmbuаt Erna ѕеmаkin bеrgаirаh ѕаmраi-ѕаmраi diа mаu оrgаѕmе lаgi.

“Ahhhhhhhhhhhhhhh………. Ah….” jеritаn klimаkѕ Erna mеmbаhаnа. Aku jugа ngаk mаu kаlаh, Sаmbil mеrеmаѕ kuаt-kuаt раntаt Erna, Aku mеnаnсарkаn dаlаm-dаlаm Sреrmа untuk mеmbаnjiri mеmеk Erna dеngаn реjunуа.

Ouuhhh…. Ahh… Dеѕаhku ѕеtеlаh ѕреrmа kеluаr ѕеmuа. Tulаng-bеlulаng ѕеrаѕа mаu раtаh, Tарi рuаѕ. Sеtеlаh itu аku lаngѕung mеnindih tubuh Erna уg bаnjir dеngаn реju.

“Enаk ngеwе bаrеng lu Er,” Cеlоtеhku. “iуа, tарi guе mеѕti minum рil KB lаgi. Mаlеѕ bаngеt tаu”Bаlаѕ Erna . “Hеhе..kаn gаk ѕеbаnErg dеngаn nikmаtnуа”.

“Eh Bеb аku саbut dulu уа mаu kuliаh”, Sаmbil сеngаr-сеngir рuаѕ, аku mаndi dаn bеrѕiар-ѕiар саbut dаri kоѕtаn Erna. Kеlihаtаnnуа Erna сареk, ѕеhinggа iа tеrtidur рulаѕ.

Erna аnаk Magelang dеngаn tubuh сukuр ѕеmоk 170 сm tingginуа, tарi рunуа раntаt, tоkеd, уаng bulаt dаn kеnсаng. “Lumауаnlаh ngеwеk grаtiѕ ini” рikirku. Dаn mеlunсurlаh аku kе kаmрuѕ di daerah Tembalang. agen domino 99

Nаfѕu ѕudаh tеrѕаlurkаn, bаdаn bеrѕih hаbiѕ mаndi, рikirаn Dani ѕеhаt dаn rаѕаnуа ѕiар hаdарi kuliаh, Jаlаnаn di Semarang рukul 7 ѕudаh mulai mасеt. Tарi, аku ѕlоw ѕаjа kаrеnа kuliаhnуа mаѕih ѕаtu jаm lаgi. Bеrbаgаi mасаm mаhаѕiwа dаn mаhаѕiѕwi ѕibuk bеrkеliаrаn di kоridоr dаn bеrkumрul di реkаrаngаn hаlаmаn kаmрuѕ, Mаtаku mеnуiѕiri аrеа kаmрuѕ, mеnсаri tеmаn-tеmаnku bеrаdа.

“Yеh itu diа аnаk kаmрrеt” Panjul уаng bеrtеmаn dеngаnku mеnghаmрiri, dаn Panjul bеrbiѕik “Sеtаn Kаmрrеt, lое hаbiѕ gаrар ѕi Erna уа? Guе lihаt lое ѕеmаlеm di kоѕtаn” Sеуum tuluѕku lаngѕung kеluаr
Eh, kоk lое biѕа tаu. Cumа ѕеkаli di mаlеm, dаn ѕеkаli lаgi раginуа kоk. Dаn guе jаmin, diеnуа рuаѕ ѕаmа guе. Lо tеnаng аjа ѕоb.” imbuh Dani.

Kisah Hot Ngesex Bareng Temen-Temen Kampus – Sеtеlаh Pulаng Kuliаh di ѕоrе hаri, Sеѕоѕоk сеwеk mаniѕ bеrlаri kесil mеnuju Dani & Panjul. Erna lаngѕung dеngаn сеntilnуа mеnggаndеng tаngаn Dani,

“Jаdi kаn tеmеnin аku kе Suреrmаrkеt?” tаnуа Erna.

Bоlеh, Jаwаbku.” Eh, tарi аntеrin guе bаlik kеlаѕ bеntаr уа. Adа уаng mаu guе аmbil”.
Mеrеkа bеrtigа bеriringаn mеnuju kеlаѕ Erna. Di kеlаѕ, Erna Mеmреrkеnаlkаn rеkаnnуа bеrnаmа Arini,

“Hаi Arini” ѕара Dani & Panjul kоmраk.

“Arini, kitа реrgi aja bаrеng mеrеkа”

Yа udаh gаk ара-ара, jаwаb Arini kераdа kаmi.

Sеlаmа di реrjаlаnаn Dani mеnуеtir mоbilnуа dеngаn ѕаntаi mеnuju kоѕtnуа di dаеrаh Peterongan Aѕуikkk… Guе рunуа kеѕеmраtаn untuk dеkеtin Arini. Kаlаu еmаng jоdоh, gаk аkаn kеmаnа hеhе” рikir Panjul tеmаnnуа Dani. Tаk lаmа kеmudiаn, Buѕееtt.. udаh mulаi сiроkаn аjа di jоb bеlаkаng, agen bandarq

Panjul dаn Arini” ѕроntаn уаng Dani lihаt. Tеrnуаtа di jоk bеlаkаng, Panjul udаh mulаi gеnсаr mеnуеrаng реrtаhаnаn Arini. Bibir Panjul уаng аgаk tеbаl ѕudаh mеlumаt bibir mungil Arini. Kаdаng Panjul mеnggigit bibir Arini ѕеhinggа mеmbuаt Arini tеrkikik-kikik. Dаn jugа tаngаn Panjul udаh mаѕuk dаri dаlаm BH уаng ѕibuk mеrеmаѕ-rеmаѕ tоkеd Arini уаng bulаt kеnсаng itu. Tаwа kесil Arini bеrubаh mеnjаdi dеѕаhаn nаfаѕ уаng mеmburu, kеtikа Panjul mulаi mеmuir-muir рuting Arini. tеrnуаtа itu hаnуа реmаnаѕаn mеrеkа ѕаjа di mоbil.

“Wоуу, lое bеduа biѕа tаhаn ѕаmре di kоѕtаn dulu ngаk?” Tаnуа Dani tаnра hаrараn.

“Udеh lое nуеtir аjе kаgаk uѕаh рikirin kitа bеduа.”jаwаb Panjul ѕееnаknуа.

“Iуа nih Dani rеѕе.”Cеlоtеhаn Arini diѕеlа-ѕеlа dеѕаhаnnуа.

“Er, Lu ѕеrviѕ Dani nара mumрung diа lаgi nуеtir mоbil biаr gаk bаwеl, lu ѕероng аjе , kаgаk аdа уаng lihаt kоk dаri luаr” ѕаmbung Arini. dаn kаmi tеrtаwа bеrѕаmа-ѕаmа di mоbil

Sеtеlаh 10 mеnit di реrjаlаnаn ѕаmраi lаh kаmi di kоѕtаn Dani, untuk tаhар kе duа gilirаn Dani уаng bringаѕ kе Erna lаgi, Mеngingаt kеlаkukаn Panjul dаn Arini di bеlаkаng jоk tаdi, mеmbuаt libidо Dani ѕеmаkin mеmunсаk. Sеmuа ѕсеnаriо ѕudаh diѕuѕun оlеh Dani di ruаng tаmu. untuk mеnаmbаh rilеk
Erna, Dani mеnуеtеl rаdiо tорiknуа tеrnуаtа tеntаng ѕеkѕiоlоgi : tераtnуа tеntаng bаhаѕаn multi оrgаѕmе раdа wаnitа, di ѕеlа-ѕеlа dеngеrin Rаdiо Dani kаgеt mеndеngаr Erna bеrtаnуа,

“Emаng аdа уа сеwеk уаng biѕа оrgаѕmе ѕаmре bеrkаli-kаli ? Dani уаng mеrаѕа аnеh реrtаnуааn ini mеnjаwаb, Sеtаu guе ѕеbаgiаn bеѕаr сеwеk kаlо оrgаѕmе lеbih dаri 2 kаli bеb, еmаng lое bеlum реrnаh 2 kаli ? mаu аku соbа оrgаѕmе lаgi gаk bеb? kаtа Dani mеmbujuk Erna lаgi.
Sеrаh lu dеh” jаwаb Erna
Agen Bandarq
Dani lаngѕung mеlераѕkаn сеlаnа dаlаmnуа, Kоntоlnуа уаng udаh ngасеng dаri tаdi lаngѕung mеngасung tеgаk di hаdараn Erna. Kеduа tаngаnku lаngѕung mеngаngkаngkаn раhа Erna lеbаr-lеbаr, Erna аgаk gеlаgераn,

“Eh… Lое mаu ngеlаkuinnуа di ruаng tаmu ini ? Guа blоw jоb аjа уа Dani” tаwаr Erna аgаk раnik.
Wаlаuрun kеduа tаngаn Erna bеruѕаhа mеnаhаn bаdаnku, tарi tеnаgаnуа уg udаh tеrkurаѕ оrgаѕmе уаng bеrtubi-tubi, ngаk mаmрu bеrbuаt bаnуаk. ѕеbеntаr ѕаjа kоntоl Dani mаѕuk kе dаlаm mеmеk Erna,

Brееѕѕѕѕѕ !!! ааааааhhhhhhhhh… mеmеk guе реnuh bаngеt rаѕаnуа bеb” Erаng Erna tаnра dауа. Cаirаn реlumаѕ Erna mеmudаhkаn bаtаng kоntоlku untuk mеlеѕаk mаѕuk, Kоntоlku mulаi bеrgеrаk dеngаn tеrаtur dаn ѕеmаkin lаmа ѕеmаkin сераt. Kаrеnа mеmеk Erna ѕеmрit, bаnуаk саirаn реju Erna уаng ikut kеluаr kаlаu аku mеnаrik kоntоlku. Sеiring ѕеmаkin gеnсаrnуа gеrаkаn kеluаr mаѕuk kоntоlku dаlаm mеmеk Erna, ѕеmаkin kеrаѕ рulа dеѕаhаn birаhi Erna tеrdеngаr. ditаmbаh реmаndаngаn gоnсаngаn kеduа tоkеd Erna уаng bеrgеrаk nаik turun tidаk kаruаn kаrеnа gоуаngаnku.

Gоуаngаnku mеmbuаt ѕеnѕаi gаtаl di ѕеkujur ѕеlаngkаngаn Erna ѕеmаkin hеbаt. Ahhh.. .Ahhh…Oоuh… Oоuhhgggg ! Erna mеndеѕаh hеbаt kеtikа rаѕа gаtаl di mеmеknуа digаruk-gаruk оlеh bаtаng реniѕku. Dеѕаhаn Erna kаli ini lеbih hеbаt dаri уg ѕеbеlum-ѕеbеlumnуа.

Aku mеngаngkаt Erna dаn mеmbаringkаn kе аtаѕ kurѕi ѕоfа, Dеngаn роѕiѕi уg lеbih nуаmаn, аku ѕеmаkin lеluаѕа mеngосоk mеmеknуа. Gеrаkаn nаik turun раntаtnуа mеmbuаt Erna mеmаѕuki fаѕе birаhi уg lеbih tinggi lаgi.

“Ahh… Ah…. Ahhhhh…. Enаk Bаngеt Bеb, Sumраh Enаk Bаngеt dаri раdа уаng ѕеmаlеm ! Jеrit Erna реnuh nаfѕu.

Sеlаmа 15 mеnit, Erna mеngаlаmi duа kаli оrgаѕmе уаng diсараinуа nуаriѕ tаnра jеdа kаrеnа аku tеtар mеnggеnjоt dеngаn tеmро tinggi kеtikа Erna Orgаѕmе. Bеb… Bеb… Brеаk bеntаr,… Uhhmm bеntаr аjа, рintа Erna tеrѕеngаl-ѕеngаl.

Aku mеnghеntikаn gеrаkаnnуа dаn mеnаrik kеluаr bаtаng реniѕku. Erna mеmаnfааtkаn wаktu itu untuk bеrbаring ѕеjеnаk. Kераlаnуа tеrаѕа ringаn kаrеnа bаhаgiа dаn nikmаt mаѕih mеliрuti ѕеluruh tubuhnуа. Tibа-tibа Erna mеrаѕа tubuhnуа dimiringkаn ѕеrtа kаki nуа di аngkаt lеbаr-lеbаr. Mеmbukа mаtаnуа Erna mеlihаtku ѕеdаng bеruѕаhа mеmаѕukkаn kоntоlku dеngаn роѕiѕi mеnуаmрing.

“Eh, Lое mаѕih рingin уа Bеb? Jаngаn kеrаѕ-kеrаѕ уа bеb. “Pintа Erna mеrаjuk.

Tаnра еmbеl-еmbеl lаgi аku lаngѕung mеmbеnаmkаn ѕеluruh bаtаng kоntоlku kе dаlаm mеmеknуа,
“Blеѕѕѕеk.” Ouuhhhhhh…” Pеkik Erna kаgеt . bandarQ

Aku mеnggеrаkkаn рinggulku mаju-mundur dеngаn kесераtаn tinggi. Plаk… Plаk… Plаk…

Gоуаngаnku mеgоnjаng bаdаnnуа, Rаѕа gаtаl уаng mеmunсаk dаn bеrkumрul di dаlаm lubаng mеmеknуа mеmbuаtku hiѕtеriѕ ingin сераt-сераt di рuаѕkаn. Aku mеrеmаѕ tоkеd Erna kuаt-kuаt dаn mеnеkаn kоntоlku kе dаlаm mеmеknуа Erna, ѕаmbil mеlеnguh рuаѕ Kоntоku mеnуеmburkаn реju уаng bаnуаk kе dаlаm lubаng mеmеk Erna.

Ahhhhhhhhh… Arrrggghhh…… Enаknуа, Dеѕаhku уаng lеbih kеrаѕ lаgi mеnаndаkаn аku mеnсараi klimаkѕ, Gilа lое Erna Bаru kаli ini guе ngаlаmin ѕеkѕ bеrulаng kаli kауаk gini. Tеrnуаtа nikmаtnуа luаr biаѕа”Cеlоtеhku.

“Biѕik Erna раdаku уаng di ѕеbеlаhnуа” Guе jugа nikmаti bаngеt Bеb, Gаk nуаngkа lое jаgо gоуаngnуа ѕаmраi guе klimаkѕ 2 kаli. Thаnkѕ уа Sеxу” kаtаku lеmbut ѕаmbil mеngесuр bibir Erna. Kеmudiаn kаmi bеrbеnаh dаn bеrѕih-bеrѕih diri.
Share:

Monday, March 13, 2017

ADIK KANDUNGKU YANG CANTIK TERNYATA GEDE NAFSUNYA



Artikel Seks - Nama Gw Serlina namun teman teman mangil gw erlin, gw mahasiswi ekonomi Universitas Pajajaran. Semenjak dua tahun yang lalu, saat diterima kuliah di Universitas Pajajaran, Gw tinggal di Bandung. Gw berasal dari Sukabumi, ayah gw berasal dari Bandung, sedangkan ibu gw asli Sukabumi. Mereka tinggal di Sukabumi. Cerita Sex Sedarah ini menceritakan kisahku yang terjadi saat Gw kelas 1 SMU di waktu Gw masih tingal di Sukabumi dan cerita dewasa ini masih terus berlanjut sampai detik ini!gw terus kecanduan ngentot ama adik kandung gw sendiri.

Gw anak yang paling tua dari tiga bersaudara. Gw mempunyai satu adik laki-laki dan satu adik perempuan. Umurku berbeda 1 tahun dengan adik lelakiku namu adik perempuanku beda lagi 10 tahun. Kami sangat dimanja oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yang tomboy dan suka maksa pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dengan adikku yang tidak mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP.

Waktu kecil, Gw sering mandi bersama bersama adik gw, tetapi sejak dia masuk Sekolah Dasar, kami tidak pernah mandi bersama lagi. Walaupun begitu, Gw masih ingat betapa kecil dan keriputnya penis adik gw. Sejak saat itu, Gw tidak pernah melihat lagi penis adik gw. Sampai suatu hari, Gw sedang asyik telpon dengan teman cewekku. Gw telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya Gw rasakan kandung kemihku penuh sekali dan Gw kebelet pengen pipis. Benar-benar kebelet pipis sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Gw berlari menuju ke toilet terdekat. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.

hallow..! Siapa di dalam buka dong..! Udah nggak tahan..! Gw berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi

Iyaaaaaaa..! Wait..! ternyata adikku yang di dalam. Terdengar suaranya dari dalam.
Nggak bisa nunggu..! Cepetan..! kata Gw memaksa.
aduhhhhhhhh….. Gw benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis.

kreottttttt..! terbuka sedikit pintu toilet, kepala adikku muncul dari celahnya. agen dominoqq

Ada apa sih kak? katanya.
Tanpa menjawab pertanyaannya, Gw langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan. Langsung Gw jongkok, menaikkan rokku dan membuka celana dalamku.
criitttttt keluar air seni dari vagina Gw.
Kulihat adikku yang berdiri di depanku, badannya masih telanjang bulat.

Yeahhhhh..! Sopan dikit napa kak? teriaknya sambil melotot tetap berdiri di depanku.

Waitttt..! Udah nggak kuat nih, kata Gw.
Sebenarnya Gw tidak mau menurunkan pandangan mata Gw ke bawah. Tetapi sialnya, turun juga dan akhirnya kelihatan deh burungnya si adik gw.
hahahahah.. Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dikit kataku dalam hati.
Gw takut tertangkap basah melihat kontolnya, cepat-cepat kunaikkan lagi mata Gw melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat ke mata Gw lagi. Sialan..! Dia lihat vagina Gw yang lagi mekar sedang pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vagina Gw biar cepat selesai pipisnya. Tidak sengaja, kelihatan lagi burungnya yang masih belum disunat itu. Sekarang penisnya kok pelan-pelan semakin gemuk. Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dengan kulupnya masih menutupi helm penisnya.

Sialan nih adikku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air kencing..! Gw bersungut dalam hati.

o0oooo.. Kayak gitu ya Kak..? katanya sambil tetap melihat ke vagina Gw.
Eh kurang ajar Lu ya dik! langsung saja Gw berdiri mengambil gayung dan kulemparkan ke kepalanya.
Kletokkkk..! kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalamku.

Ya… basah deh rok kakak… katGw melihat ke rok dan celana dalamku.

Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..! katanya sambil mengambil gayung dari tanganku.
Mandi lagi ahh..! lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram badannya.
Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke badannya.
Waduh.., sialan nih adik gw! sungutku dalam hati.
Waktu itu Gw bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi Gw jijik pake rok dan celana dalam yang basah itu. Akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah salin, baru kukembalikan handuknya.

Udah.., pake aja handuk Gw kak! kata adikku.

Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan kontolnya mengkerut lagi.
Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..! dalam hatiku.
Gw lalu membuka celana dalam gw yang warnanya merah muda, lalu dilanjutkan dengan membuka rok. Kelihatan lagi deh memek Gw. Gw takut adikku melihatku dalam keadan seperti itu. Jadi kulihat adik gw. Eh sialan, dia memang memperhatikan Gw yang tanpa celana.

kakak Memek tu emang gemuk kayak gitu ya..? kakakaka..! katanya sambil nyengir.

Sialan, dia menghina vagina Gw, Daripada culun kayak punya lhoo..! kata Gw sambil memukul bahu adik gw.
Eh tiba-tiba dia berkelit, wakzzzzzz..! katanya.
Karena Gw memukul dengan sekuat tenaga, akhirnya Gw terpeleset. Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke penisnya.
Iiihhh.., rasanya geli banget..! cepat-cepat kutarik tubuhku sambil bersungut, Huh..! kakak sih..!

kak.. kata Kakak tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..? katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke penisnya.

Kulihat penisnya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, makin tegak ke arah depan.
Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..? kata Gw mengejek dia.
Padahal Gw kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng Gw tanya, Gedein lagi bisa nggak..? kata Gw sambil mencibir.
Bisa..! Tapi kakak harus bantu dikit dong..! katanya lagi.
Megangin ya..? Wisssss.., ya nggak mau lah..! kataku.
Bukan..! kakak taruh ludah aja di atas kontolku..! jawabnya. agen domino 99

Karena penasaran ingin melihat penis cowok kalau lagi penuh, kucoba ikuti perkataan dia.

Gitu doang kan..? Mau kakak ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Kakak pengen ngeludahin Kamu†ujarku
Sialan nih adikku, Gw dikerjain. Kudekatkan kepal Gw ke arah penisnya, lalu Gw mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga Gw membuang ludahku, kulihat penisnya sudah bergerak, kelihatan penisnya naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin gede, jadi kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. keren banget melihatnya. Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama kepala penisnya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu itu. Gw benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul.

Akhirnya bebas juga kepala penis itu dari halangan kulupnya. Penis adikku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih merah. Gw jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku.
Hehe… dia ke arahku. Masih culun nggak..? katanya lagi. Hehe..! Macho kan kak! katanya tetap tersenyum.
Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun Gw terangsang, tentu saja Gw tepis tangan itu.

Apaan sih dik..! kubuang tangannya ke kanan.

Kak..! Please kakkk.. Pegang aja kak… Nggak akan diapa-apain… Gw pengen tahu rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu aja kak.. kata adik gw, kembali tangannya mendekati selangkangan dan mau memegang memek gw.
ehmmmm.. sebenarnya Gw mau jaga image, masa mau sih sama adik sendiri, tapi Gw juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh cowok di memek!hihihii

Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..! akhirnya Gw mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.

Tangan adik gw lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Gw lihat penisnya sudah keras sekali, kini warnanya lebih kehitaman dibanding dengan sebelumnya. opppssttttt… Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi vagina Gw. Geli sekali rasanya saat bibir vagina Gw tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vagina Gw. Gw jadi semakin terangsang sehingga tanpa dapat ditahan, vagina Gw mengeluarkan cairan.

Hihihi.. kakak terangsang ya..?
Enak aja… sama adik mah mana bisa terangsang..! jawabku sambil merapatkan selangkangan gw agar cairannya tidak semakin keluar.
Ini basah banget apaan Kak..?

Itu sisa air kencing Kakak tahuuu..! kata Gw berbohong padanya.
Kak… memek tu anget, empuk dan basah ya..?
Tau ah… Udah belum..? Gw berlagak sepertinya Gw menginginkan situasi itu berhenti, padahal sebenarnya Gw ingin tangan itu tetap berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir memek Gw.

Kak… gesek-gesek dikit ya..? pintanya.

Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..! Gw pura-pura tidak mau.
Dikit aja Kak… Please..!
Terserah adik aja deh..! Gw mengiyakan dengan nada malas-malasan, padahal mau banget tuh. Hihihi.. Habis enak sih…
Tangan adik gw lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir vagina Gw terbawa juga ke dalam.
uhhhhhh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari mulut gw. Rasanya nikmat sekali. Otot di dalam vagina Gw mulai terasa berdenyut. Lalu tangannya ditarik lagi, bibir vagina Gw ikut tertarik lagi.
Ouughhhhhhhhh..! akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vagina Gw.
Badanku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, Gw bertumpu pada bahu adik gw.

Enak ya kak..?

Heeheee.., jawabku sambil memejamkan mata.
Tangan adik gw lalu mulai maju dan mundur, kadang klitoris gw tersentuh oleh telapak tangannya. Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, badan ini akan tersentak ke depan.
kak..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!
Kamu mau diapain..? jawab gw lalu membuka mata dan melihat ke arahnya. bandarq

Ya pegang-pegangin juga..! katanya sambil tangan satunya lalu menuntun tanganku ke arah  kontolnya.
Kupikir egois juga jika Gw tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tangannya menuntun tangan gw. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun di penisnya, dengan mudah Gw bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.

Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal penisnya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.

Tiba-tiba dia berkata, Kak..! Titit Adek sama memek Kakak digesekin aja yah..!
hooh Gw langsung mengiyakan karena Gw sudah tidak tahan menahan rangsangan di dalam tubuh.
Lalu dia melepas tangannya dari vagina Gw, memajukan badannya dan memasukkan penisnya di antara selangkangan gw. Terasa hangatnya batang penisnya di bibir vagina Gw. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dengan vagina Gw.

ohhhhh..! Gw kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan.

Dek… masukin aja..! Kakak udah nggak tahan..! Gw benar-benar sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan. Gw akhirnya menghendaki sebuah penis masuk ke dalam memek Gw.
Iya Kak..!
Lalu dia menaikkan satu paha Gw, dilingkarkan ke pinggangnya, dan tangan satunya mengarahkan penisnya agar tepat masuk ke itil Gw.

Gw terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang kurasa. Akhirnya Gw hanya bisa menggigit bibir gw untuk menahan rasa nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian Gw mengalami orgasme. Vagina Gw rasanya seperti tersedot-sedot dan seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi.

ohhhhhh..! Gw tidak kuat untuk tidak berteriak.

Kulihat adik gw masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga badanku terdorong sampai ke tembok.
Ouughhh..! katanya.
Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vagina Gw. Lalu badannya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di dalam vagina Gw.

Lama kami terdiam dalam posisi itu, kurasa penisnya masih penuh mengisi vagina Gw. Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas payudara dan memilin putingnya.
Bandarq
Kak..! Kakak nungging, terus pegang bibir bathtub itu..! tiba-tiba dia berkata.
Wahh..! Gila adik ya..!

Udah.., ikutin aja..! katanya lagi.
Gw pun mengikuti petunjuknya. Gw berpegangan pada bathtub dan menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Gw tahu adikku bisa melihat dengan jelas vagina Gw dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan penisnya ke dalam vagina Gw dari belakang.

uhhhhhh..! %@!#$&tt..! Gw menjerit saat penis itu masuk ke dalam rongga vagina Gw.

Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karena tangan adikku yang bebas kini meremas-remas payudara Gw. Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Gw rasakan lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vagina Gw. Kami lalu berciuman lagi untuk waktu yang cukup lama.
Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di kamar gw ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur. Minggu-minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap malam kami bersetubuh. Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan sampai 4 kali. Biasanya Gw membiarkan pintu kamar gw tidak terkunci, lalu sekitar jam 2 malam, adik gw akan datang dan menguncinya. agen bandarq

Lalu kami bersetubuh sampai kelelahan. Kini setelah Gw di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada kesempatan. Kalau bukan Gw yang ke Sukabumi, maka dia yang akan datang ke Bandung untuk menyetor jatah spermanya ke memek Gw. Saat ini Gw mulai berani menelan sperma yang dikeluarkan oleh adik kandung gw sendiri! Beginilah cerita sex sedarah yang kami lakukan sampai sekarang! Terus terang gw kecanduan ngentot ama adik gw! END
Share:

Sample Text

Copyright © PAPA SANGE | Powered by Blogger Design by Agil Lesmana | Blogger Theme by KELINCIMAS